Pemilihan Skenario Laju Injeksi Co₂ Continuous dan Impuritas Terhadap Recovery Factor Lapangan DF
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Industri perminyakan global menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan
perolehan minyak dari lapangan-lapangan tua yang sudah melewati tahap produksi
primer dan sekunder. Dalam banyak kasus, lebih dari 50% minyak masih tersisa
dan tidak dapat diproduksi dengan metode konvensional. Teknologi Enhanced Oil
Recovery (EOR) dengan injeksi CO₂ menjadi pilihan utama untuk meningkatkan
perolehan minyak, terutama melalui mekanisme penurunan viskositas, peningkatan
volume minyak (swelling), dan pencapaian kondisi miscible.
Penelitian ini dilakukan pada Lapangan DF yang memiliki reservoir
batugamping heterogen dengan karakteristik minyak API 42° dan viskositas 0,33
cP. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengevaluasi skenario variasi laju
injeksi CO₂ dan kandungan impuritas, seperti N₂ dan CH₄, terhadap recovery factor
(RF). Metodologi penelitian menggunakan perangkat lunak CMG untuk
mensimulasikan beberapa skenario, termasuk variasi laju injeksi (1,3, 2, 3, dan 4
MMSCFD) serta kombinasi impuritas CO₂.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan laju injeksi CO₂ sebanding
dengan peningkatan RF. Pada skenario base case (1,3 MMSCFD), RF tercatat
11,00%, sementara pada skenario injeksi 4 MMSCFD, RF mencapai 22,00%.
Namun, injeksi yang terlalu tinggi dapat memperburuk masalah channeling dan
early breakthrough. Pengaruh impuritas CO₂ terlihat pada penambahan N₂ yang
meningkatkan MMP dan menurunkan RF menjadi 4,00% pada 1,3 MMSCFD,
sementara CH₄ hanya menurunkan RF sedikit menjadi 2,00%. Kombinasi CO₂, N₂,
dan CH₄ menghasilkan RF terendah, yaitu 2,00%, meskipun kondisi miscible tetap
tercapai. RF tertinggi terjadi pada CO₂ + N₂, dengan RF mencapai 17,00% pada laju
injeksi 4 MMSCFD.
Kesimpulan yang dapat diambil yaitu, variasi laju injeksi dan kemurnian
CO₂ sangat mempengaruhi kinerja injeksi CO₂ untuk EOR. Pemilihan laju injeksi
yang tertinggi serta penggunaan CO₂ murni dapat meningkatkan produksi minyak
secara signifikan, dan meminimalkan risiko operasional yang terkait dengan
efisiensi penyapuan dan mobilitas fluida di reservoir
Description
Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 5 Juni 2026_Kurnadi
