Etnobotani Tumbuhan Obat oleh Masyarakat Suku Jawa di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang dan Pemanfaatannya sebagai Buku Ilmiah Populer
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Indonesia dalah negara kepulauan dengan beragam suku bangsa dan budaya
yang memiliki perbedaan dalam setiap wilayahnya, selain itu merupakan negara
dengan kekayaan sumber daya melimpah, keanekaragaman tersebut melahirkan
berbagai pengetahuan tradisional yang telah diwariskan secara turun temurun
termasuk pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional, salah satu komunitas
masyarakat yang menggunakan tumbuhan sebagai bahan obat tradisional adalah
suku Jawa. Pengetahuan ini diwariskan secara lisan dan dikhawatirkan akan hilang
bersama modernisasi budaya.
Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang digunakan untuk
menyembuhkan berbagai masalah kesehatan maupun pencegahan penyakit hal ini
karena tumbuhan mengandung senyawa aktif yang memiliki sifat farmakologis,
disetiap daerah penggunaan tumbuhan sebagai obat dilakukan dengan cara yang
berbeda, salah satu masyarakat yang masih menggunakan tumbuhan sebagai
alternatif pengobatan adalah masyarakat di kecamatan Wagir, kabupaten Malang.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui berbagai macam
spesies tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Jawa di Kecamatan Wagir,
Kabupaten Malang beserta cara pengolahan tumbuhan sebagai obat tradisional.
Metode penelitian yang digunakan adalah Purposive Sampling dan Snowball
Sampling, dengan proses wawancara bersifat semi-structured dan tipe pertanyaan
open-ended.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada masyarakat di tiga desa
di kecamatan Wagir didapatkan 14 informan yang menjadi sampel dalam penelitian
yang dilakukan. Informan didapatkan dari 3 desa yaitu Desa Pandanrejo 5 orang
informan, Desa Petungsewu 5 orang informan dan Desa Sumbersuko 4 orang
informan dengan rentang usia antara 43 tahun sampai 84 tahun. Hasil penelitian
diperoleh 73 spesies tumbuhan yang memiliki nilai Use Value (UV) tertinggi adalah
Temulawak dan nilai Informan Consensus Factor (ICF) tertinggi adalah sakit mata.
Namun,terdapat beberapa tumbuhan yang perlu dilakukan uji lanjutan berdasarkan
nilai UV dan ICF antara lain adalah Kitolod (Hippobroma longifora ) untuk
mengobati sakit mata, Jambu Biji (Psidium guajava L.) untuk mengobati diare,
Sirih hijau (Piper betle)untuk menghentikan mimisan, Temulawak (Curcuma
zanthorrhiza) untuk menambah nafsu makan, Kunyit (Curcuma longa) untuk
meredakan nyeri perut saat haid, Tepung otot (Plantago major) untuk mengobati
luka terbuka, Kelor (Moringa oleifera) untuk mengatasi kurang darah, Kelapa muda
(Cocos nucifera L)untuk mengatasi panas dalam, Jahe emprit (Zingiber officinale
)untuk sakit tenggorokan, Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) untuk mengatasi sakit
kulit. Bagian tumbuhan yang digunakan secara berturut turut adalah daun 51%,
buah sebanyak 19%, rimpang/akar sebanyak 17%, bunga 4%, batang 4%, biji 2%,
umbi 2% dan bunga 1%. Cara pengolahan antara lain direbus, ditumbuk, diseduh,
digeprek, dihaluskan, diremas, diperas, dipotong maupun dimakan langsung. Selain
itu terdapat campuran bahan lain yang digunakan dalam pembuatan obat tradisional
yang terdiri dari garam, gula batu, gula pasir, kecap, telur dan madu.
Berdasaran hasil penelitian tersebut dikembangkan produk berupa buku
ilmiah populer yang disusun berdasarkan famili yang banyak ditemukan yaitu
famili Zingiberaceae. Buku Ilmiah populer telah divalidasi oleh ahli materi dan
media serta masyarakat sebagai target pengguna dengan hasil validasi ahli materi
memperoleh nilai 91,7%, dan media memperoleh nilai sebesar 86,3% serta hasil
validasi oleh pengguna memperoleh nilai sebesar 94,94%, berdasarkan hasil
penilaian dari ketiga validator buku ilmiah populer sangat layak untuk digunakan
dan disebarkan sebagai media informasi.
Description
Validasi file repositori 15 Juni 2026_Firli
