Hubungan Kekerasan di Tempat Kerja dengan Stres Kerja Perawat IGD di Rumah Sakit Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Kekerasan di tempat kerja terhadap perawat, khususnya perawat Instalasi
Gawat Darurat (IGD) merupakan permasalahan serius yang telah diakui secara
nasional maupun global. Instalasi Gawat Darurat yang penuh dengan sumber
stresor memposisikan perawat selaku profesional kesehatan mempunyai resiko
lebih besar terpapar kekerasan di tempat kerja dari pasien, keluarga pasien
ataupun pihak lain. Jenis kekerasan yang dialami oleh perawat yaitu berupa
kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Meskipun demikian, banyak perawat yang
tidak melaporkan kejadian kekerasan yang mereka alami karena menganggapnya
sebagai bagian dari resiko pekerjaan. Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini
akhirnya dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesejahteraan perawat dan
mempengaruhi kualitas pelayanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian
ini dilakukan untuk mengidentifikasi Hubungan Kekerasan di Tempat Kerja
dengan Stres Kerja Perawat Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Kabupaten
Jember.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Hubungan
Kekerasan di Tempat Kerja dengan Stres Kerja Perawat Instalasi Gawat Darurat
di Rumah Sakit Kabupaten Jember. Tujuan khusus penelitian yaitu
mengidentifikasi karakteristik perawat, mengidentifikasi kekerasan di tempat
kerja pada perawat, mengidentifikasi stres kerja pada perawat serta menganalisis
Hubungan Kekerasan di Tempat Kerja dengan Stres Kerja Perawat Instalasi
Gawat Darurat di Rumah Sakit Kabupaten Jember. Desain penelitian yang
digunakan yaitu deskriiptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel
penelitian terdari dari 61 responden menggunakan teknik total sampling dari
empat rumah sakit di Kabupaten Jember yaitu RSD Balung, RSD Kalisat, RSU
Kaliwates dan RS Citra Husada. Pengambilan data menggunakan kuesioner
Workplace Violence dan HSE untuk mengukur stres kerja perawat. Analisis
statistik yang digunakan yaitu univariat dan inferensial menggunakan uji korelasi
pearson. Penelitian ini telah mendapatkan izin penelitian dari laiak etik oleh
Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember
dengan Nomor: No.142/UN25.1.14/KEPK/2025.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kekerasan di tempat
kerja pada Perawat IGD di Rumah Sakit Kabupaten Jember yaitu 59,92 dengan
SD 8,100. Distribusi frekuensi kekerasan yakni sebagian besar responden
mengalami kekerasan pada tingkat kekerasan sedang yaitu sebanyak 34(55,7%)
orang. Sedangkan stres kerja perawat mempunyai nilai rata-rata 37,48 dengan SD
11,130 dan distribusi frekuensi stres kerja yaitu mayoritas mengalami stres kerja
ringan 44(72,1%) orang. Hasil analisis korelasi uji pearson pada kedua variabel
diperoleh bahwa p-value > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan signifikan
antara Kekerasan di Tempat Kerja dengan Stres Kerja Perawat Instalasi Gawat
Darurat di Rumah Sakit Kabupaten jember.
Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa Kekerasan di Tempat
Kerja tidak selalu berhubungan dengan terjadinya Stres Kerja pada Perawat
Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Kabupaten Jember. Meskipun demikian,
kekerasan yang dialami oleh perawat tetap perlu diwaspadai dengan menekankan
pentingnya sistem penguatan pelaporan insiden yang mudah dan responsif,
menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif, membangun pelatihan
keselamatan kerja dan memperkuat adanya dukungan sosial.
Description
Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
