Hubungan Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (aPTT) dengan Glasgow Coma Scale (GCS) pada Pasien Traumatic Brain Injury (TBI) di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Traumatic Brain Injury (TBI) merupakan masalah kesehatan global
dengan angka kejadian yang tinggi dan berpotensi menyebabkan disabilitas
hingga kematian. Selain menimbulkan kerusakan pada jaringan otak secara
langsung, TBI juga memicu terjadinya gangguan koagulasi yang ditandai dengan
pemanjangan nilai Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin
Time (aPTT). Tingkat keparahan TBI secara klinis dinilai menggunakan Glasgow
Coma Scale (GCS). Sejumlah penelitian dari luar negeri menunjukkan keterkaitan
antara gangguan kogaulasi yang ditandai dengan perubahan nilai PT dan aPTT
dengan skor GCS pada pasien TBI tetapi penelitian di Indonesia masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara PT dan
aPTT dengan GCS pada pasien TBI di RSD dr. Soebandi Jember.
Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan
desain retrospektif. Peneliti menggunakan rekam medis sebagai data sekunder
yang diambil untuk diteliti. Dilakukan pengambilan data penelitian terhadap
pasien TBI yang dirawat di Ruang Melati RSD dr. Soebandi Jember periode
Januari 2025 hingga Agustus 2025. Sebanyak 135 pasien yang sesuai dengan
kriteria penelitian selanjutnya diteliti. Dilakukan uji analisis statistik
menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara PT dan aPTT
dengan GCS saat pasien pertama kali masuk RSD dr. Soebandi Jember.
Hasil analisis penelitian antara PT dengan GCS masuk menunjukkan p
value sebesar 0,001 (p value < 0,05) dan koefisien korelasi sebesar -0,272. Nilai
PT yang memanjang pada pasien TBI berhubungan dengan penurunan skor GCS
saat pasien masuk rumah sakit. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara PT
dengan GCS masuk dalam periode 16 jam pertama setelah cedera yang
mengindikasikan bahwa penurunan GCS berhubungan dengan pemanjangan PT
yang merepresentasikan gangguan koagulasi dan berkontribusi terhadap
keparahan serta prognosis pasien. Selain itu, hasil analisis statistik antara PT
dengan GCS keluar menunjukkan p value sebesar 0,006 (p value < 0,05) dengan
koefisien korelasi sebesar -0,238. Hal ini dapat terjadi karena pasien mengalami
perbaikan setelah dilakukan perawatan seperti tindakan operatif sehingga skor
GCS mengalami peningkatan dibanding GCS masuk. Arah korelasi negatif
menandakan bahwa semakin panjang nilai PT maka semakin rendah skor GCS
pada pasien. Sementara itu, hasil analisis antara aPTT dengan GCS masuk dan
GCS keluar menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p value > 0,05). Hal ini
dapat terjadi karena aPTT seringkali tetap normal atau tidak menunjukkan
perpanjangan yang signifikan setelah terjadi koagulasi sesudah trauma.
Description
Reupload file repository 2 juni 2025
Validasi file repositori 2 Juni 2026_Dea_Firli
