Pengaruh Komposisi Baglog Ampas Tebu dan Dosis Pupuk Phospat Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Subsektor perkebunan merupakan bagian dari sektor perkebunan yang
mengelola hasil panen menjadi suatu produk bernilai, namun disisi lain terdapat
masalah limbah. Ampas tebu merupakan salah satu limbah perkebunan yang dapat
dimanfaatkan menjadi media tanam. Menurut Badan Pusat Statistik (2022) Hasil
produksi tebu mecapai 2,41 juta ton/tahun sejalan dengan limbah ampas yang
dihasilkan yaitu mencapai 1,8 juta ton/tahun. Limbah ampas tebu yang tidak
dimanfaatkan dengan baik dapat mencemari lingkungan. Limbah ampas tebu
umumnya dimanfaatkan menjadi bahan bakar, pakan ternak, dan pupuk organik.
Inovasi penggunaan ampas tebu sebagai bahan baku pembuatan baglog terhadap
pertumbuhan jamur tiram dapat menjadi pilihan sebagai upaya dalam pemanfaatan
limbah ampas tebu. Pada pertumbuhan jamur tiram selain menggunakan media
diperlukan juga unsur tambahan untuk ketersediaan nutrisi, salah satunya dengan
penggunaan pupuk yang mengandung unsur N, P, dan K. Jamur tiram
memerlukan unsur untuk membentuk bagian tubuhnya, salah satunya unsur P
yang membentuk bagian vegetatif jamur tiram. Unsur P salah satunya terkandung
dalam pupuk phospat karena mengandung P2O5. Oleh karena itu, dilakukan
penelitian tentang pengolahan limbah ampas tebu dan penambahan pupuk
phospat.
Description
Reuploud Repository 2 Juni-agus
Validasi file repositori 2 Juni 2026_Dea_Firli
