Profil Fisik dan Kimia Ubi Jalar Putih (Ipomoea batatas L.) Berdasarkan Perbedaan Lokasi Budidaya di Wilayah Jawa Timur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Ubi jalar putih (Ipomoea batatas L.) adalah tanaman umbi lokal yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat di Indonesia. Perbedaan kondisi lingkungan seperti ketinggian, jenis tanah, suhu, dan curah hujan dapat memengaruhi karakteristik fisik dan kimia ubi jalar yang tumbuh di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisik dan kimia ubi jalar putih yang dibudidayakan di empat daerah produksi di Jawa Timur: Kabupaten Pasrujambe (Lumajang), Kabupaten Panti (Jember), Kabupaten Binakal (Bondowoso), dan Kabupaten Glagah (Banyuwangi). Parameter yang dianalisis meliputi karakteristik fisik (panjang, diameter, warna, dan tekstur) dan karakteristik kimia (kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat, total polifenol, vitamin C, aktivitas antioksidan, dan serat kasar). Hasil penelitian menunjukkan variasi antar sampel dari lokasi yang berbeda, dengan panjang dan diameter umbi berkisar antara 10,25–23,07 cm dan 4.43–7,37 cm, nilai warna (L*, a*, b*) masing-masing 70,51–72,31, 4,94–11,09, dan 21,13–34,57, serta nilai tekstur 329,88–366,40 g/mm. Komposisi kimianya meliputi kadar air 70,218–75,500%, protein 2,073–2,679%, lemak 0,375–1,868%, abu 0,891–1,245%, dan karbohidrat 19,506–26,072%. Kandungan total polifenol berkisar antara 0,011–0,014 mg GAE/g, vitamin C dari 0,017–0,021%, aktivitas antioksidan dari 0,021–0,023 mg AEAC/g, dan serat kasar dari 3,460–5,051%. Temuan ini menunjukkan bahwa lokasi budidaya memengaruhi karakteristik fisik dan kimia ubi jalar putih.
