Pengetahuan, Persepsi, dan Pengalaman Penggunaan Obat Tradsisional dan Suplemen sebagai Penurun Berat Badan pada Mahasiswa di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Indonesia termasuk negara di Asia Tenggara dengan kasus kelebihan berat badan dan obesitas yang cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2021, obesitas dan kelebihan berat badan lebih banyak terjadi pada
perempuan dan masyarakat perkotaan. Selain itu, kemajuan teknologi ikut mendorong adanya penurunan aktivitas fisik yang dapat memicu terjadinya obesitas. Terapi untuk menurunkan berat badan dapat menggunakan obat tradisional. Obat tradisional menjadi salah satu opsi karena bahan-bahannya yang berasal dari alam sehingga dinilai lebih aman jika dosis yang digunakan sudah sesuai. Selain obat tradisional, masyarakat juga mengonsumsi suplemen penurun berat badan untuk memperoleh hasil yang lebih cepat. Keterbatasan pengetahuan dapat menyebabkan persepsi yang keliru sehingga masyarakat menganggap bahwa semua produk alami pasti aman tanpa menimbulkan risiko efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi penggunaan suplemen dan obat tradisional penurun berat badan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pendekatan cross-sectional untuk mengetahui gambaran pengetahuan, persepsi, dan pengalaman penggunaan obat tradisional dan suplemen sebagai penurun berat badan. Besar populasi ditentukan menggunakan rumus Lemeshow yang menghasilkan perhitungan sebanyak 400 sampel. Data dianalisis menggunakan uji analisis Chi-Square. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan responden terbagi menjadi tiga kategori yaitu, baik sebesar 37,3% (n=149), cukup sebesar 31,8% (n=127), dan kurang sebesar 31% (n=124). Adapun hasil dari persepsi responden yaitu persepsi positif sebesar 54,8% (n=219) dan persepsi negatif sebesar 45,2% (n=181). Sedangkan responden yang memiliki pengalaman penggunaan obat tradisional dan suplemen sebagai penurun berat badan sebesar 19,5% (n=78). Antara variabel pengetahuan dengan persepsi menunjukkan adanya hubungan (p=0,000). Adapun karakteristik demografis responden yang memiliki hubungan dengan pengetahuan adalah jenjang pendidikan (p=0,000) dan jurusan (p=0,000). Sedangkan usia (p=0,091) dan BMI (P=0,182) tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan. Sementara karakteristik demografis responden yang memiliki hubungan dengan persepsi adalah usia (p=0,009), jenjang pendidikan (p=0,006), dan jurusan (p=0,000). Sedangkan BMI (p=0,463) tidak memiliki hubungan dengan persepsi.
Description
Validasi_26 Mei 2026_Yudi
