Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Koinfeksi Soil Transmintted Helminths (STH) pada Penderita Tuberkulosis di Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan
oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Lebih dari 80% kasus TB menyerang
organ paru dan sisanya adalah TB ekstra paru. Indonesia merupakan salah satu
negara yang mempunyai jumlah kasus tuberkulosis terbanyak selain India, China,
Philipina, dan Pakistan. Selain sebagai negara dengan insidensi TB yang tinggi,
Indonesia juga merupakan negara endemis infeksi cacing, terutama soil-transmitted
helminth (STH). Tingginya prevalensi infeksi STH di Indonesia memungkinkan
terjadinya koinfeksi STH pada pasien TB yang menyebabkan imunitas anti M.
tuberculosis menurun sehingga berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan
tuberkulosis.
Infeksi STH sangat berhubungan erat dengan sanitasi lingkungan.
mengidentifikasi dan mengetahui hubungan faktor-faktor risiko sanitasi lingkungan
terhadap koinfeksi Soil Transmitted Helminth (STH) pada penderita tuberkulosis di
Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Tujuan khusus penelitian ini antara lain
mengidentifikasi dan mengetahui hubungan faktor-faktor risiko sanitasi lingkungan
terhadap koinfeksi Soil Transmitted Helminth (STH) pada penderita tuberkulosis di
Kecamatan Panti Kabupaten Jember..
Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain analitik
cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Panti Kabupaten Jember
dan Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Jember pada bulan
September – November 2019. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil
dari semua pasien, kecuali yang termasuk dalam kriteria eksklusi, yaitu ibu hamil,
pasien yang minum obat cacing dalam waktu tiga bulan sebelum koleksi data,
pasien yang sakit parah dan tidak dapat merespon saat wawancara, serta pasien
dengan penyakit imunosupresif kronis.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa hasil
wawancara dan hasil pemeriksaan feses. Kuisioner yang digunakan pada penelitian
ini merupakan kuisioner yang telah tervalidasi dan telah digunakan dalam
penelitian Yulianto tahun 2007. Pemeriksaan feses dilakukan menggunakan metode
sedimentasi dan floatasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kejadian koinfeksi cacingan pada
pasien TB di Kecamatan Panti Kabupaten Jember sebesar 12% dan disebabkan oleh
dua spesies STH yaitu A. lumbricoides dan Hookworm; (2) sanitasi lingkungan pada
pasien TB di Kecamatan Panti Kabupaten Jember sebagian besar baik, hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebesar 54,5% responden memiliki sanitasi
lingkungan baik; (3) tidak ada hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan
dengan kejadian koinfeksi cacingan pada pasien TB di Kecamatan Panti Kabupaten
Jember.
Description
Reupload Repositori File 06 Mei 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 19 Mei 2026_Kurnadi
