Aplikasi Radiasi Medan Magnet Extremely Low Frequency (Elf) Terhadap Pertumbuhan Populasi Rhizopus Oligosporus dan pH pada Tempe

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Radiasi medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) merupakan radiasi yang bersifat non ionizing dan non termal yang pemanfaatannya semakin dirasa di bidang teknologi pangan. Salah satu teknologi pengolahan makanan melalui proses fermentasi yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia berbahan dasar kedelai yaitu tempe. Tempe menjadi salah satu sumber protein khususnya protein nabati. Namun, pada proses fermentasi yang dilakukan oleh masyarakat umumnya masih mengalami gangguan diantaranya adalah jamur tumbuh kurang baik, jamur hanya tumbuh baik di salah satu tempat, dan ada bercak hitam dipermukaan tempe. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh medan magnet ELF terhadap pertumbuhan populasi R. oligosporus dan pH pada tempe, serta korelasi antara pertumbuhan populasi R. oligosporus dengan pH pada tempe yang dipapar medan magnet ELF. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental laboratorium dengan desain penelitian randomized subject post test only control group design, dengan perlakuan medan magnet ELF yang dipaparkan pada sampel tempe. Dalam penelitian ini terdapat satu kelompok kontrol dan enam kelompok eksperimen. Pemaparan dilakukan pada 6 kelompok eksperimen, sampel bahan yang digunakan adalah tempe 4 jam setelah proses peragian dengan intensitas 200 µT dengan variasi lama paparan 60 menit, 75 menit, dan 90 menit serta intensitas 300 µT dengan variasi lama paparan 10 menit, 15 menit, dan 20 menit. Perhitungan populasi R. oligosporus menggunakan metode penghitungan spora secara langsung dengan bantuan haemocytometer, mikroskop dan opti lab. Pengukuran pH dengan menggunakan pH meter digital. Pengukuran pertumbuhan populasi R. oligosporus dan pH dilakukan pada jam ke-24, jam ke-48, jam ke-72, jam ke-96, dan jam ke-120 setelah proses peragian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan medan magnet ELF pada intensitas 300 µT selama 20 menit secara signifikan mampu meningkatkan pertumbuhan populasi R. oligosporus dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen lainnya pada jam ke-48 setelah proses peragian sebesar 8,63x104 sel/mL. Sementara itu, paparan medan magnet ELF pada intensitas 300 µT selama 20 menit secara signifikan mampu meningkatkan pH tempe dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok eskperimen lainnya pada jam ke-48 setelah proses peragian. Ada korelasi negatif yang kuat antara pertumbuhan populasi R. oligosporus dengan pH pada tempe yang dipapar medan magnet ELF (r = -0,801). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: (1) dosis efektif paparan medan magnet ELF dengan intensitas 300 µT selama 20 menit terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan R. oligosporus pada jam ke-48 setelah proses peragian, (2) dosis efektif paparan medan magnet ELF dengan intensitas 300 µT selama 20 menit terbukti mampu meningkatkan pH pada tempe, (3) ada korelasi negatif yang kuat antara pertumbuhan populasi R. oligosporus dengan pH pada tempe yang dipapar medan magnet ELF.

Description

Reupload Repositori File 06 Mei 2026_Kholif Basri :: Finalisasi Repositori File 19 Mei 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By