Persepsi dan Strategi Adaptasi Petani Cabai Rawit Terhadap Perubahan Iklim di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember
Abstract
Perubahan iklim merupakan fenomena perubahan pola dan intensitas
parameter iklim seperti suhu, curah hujan, kelembapan dan kecepatan angin dalam
jangka waktu panjang, yang diakibatkan dari pemanasan global. Menurut NOAA
(2024) tren suhu bumi mengalami kenaikan dimana pada sepuluh tahun terakhir
suhu lebih panas dibandingkan dengan suhu bumi pada rentang tahun industri 1850
hingga 1900-an dengan anomali iklim sebesar 1.35°C. Peristiwa El Nino dan La
Nina adalah indikasi bahwa iklim telah mengalami perubahan, dampaknya, prediksi
musim hujan atau kemarau menjadi tidak pasti. Perubahan iklim menjadi masalah
serius bagi kegiatan pertanian, komoditas seperti cabai rawit merupakan salah satu
komoditas yang sangat rentan terhadap perubahan iklim.
Kecamatan Genteng sebagai salah satu sentra produksi cabai rawit di
Kabupaten Banyuwangi mengalami dampak perubahan iklim, menyebabkan
penurunan produksi cabai rawit yang berdampak pada kerugian petani.
Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan strategi adaptasi perubahan iklim untuk
dapat menghadapi dampak perubahan iklim yang sedang terjadi. Berdasarkan
permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi: 1) tingkat
persepsi petani cabai rawit terhadap perubahan iklim, 2) strategi adaptasi yang
dilakukan oleh petani cabai rawit dalam menghadapi dampak perubahan iklim, 3)
faktor-faktor yang mempengaruhi petani cabai rawit dalam melakukan tindakan
adaptasi perubahan iklim.
Lokasi penelitian ini ditentukan menggunakan purposive method yaitu
Kecamatan Genteng. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Penentuan sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 petani cabai rawit
yang diambil dengan metode simple random sampling. Analisis data yang
digunakan dalam menjawab rumusan masalah pertama adalah analisis skala likert,
rumusan masalah kedua menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi
logistik untuk menjawab rumusan masalah ketiga.
Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) mayoritas petani cabai rawit yang
menjadi responden memiliki tingkatan persepsi sedang terhadap perubahan iklim,
dari total 40 petani yang menjadi responden, sekitar 19 petani atau sekitar 47,5%
dalam tingkatan sedang, artinya petani cabai rawit merasakan ciri-ciri terjadinya
perubahan iklim namun belum benar-benar memahami penyebab atau efek yang
ditimbulkan dalam jangka panjang, 2) mayoritas petani cabai rawit yang menjadi
responden memiliki tingkat tindakan adaptasi tinggi terhadap perubahan iklim, dari
40 responden, sebanyak 32 petani atau 80% memiliki tingkat adaptasi tinggi, dan 8
petani lainnya atau 20% memiliki tingkat adaptasi rendah, tindakan adaptasi petani
cabai rawit yang paling umum diterapkan yakni menggunakan varietas unggul,
melakukan pengendalian OPT, penggunaan mulsa, dan menjadi anggota kelompok
tani, 3) faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap peluang petani cabai rawit
di Kecamatan Genteng melakukan tindakan adaptasi perubahan iklim yaitu variabel
umur, keaktifan dalam kelompok tani dan frekuensi serangan OPT.
Description
Reuploud file repositori 15 Apr 2026_Firli_Tata
