Karakteristik Fisik dan Organoleptik Crispy Rice sebagai Produk Diversifikasi Olahan Beras
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas teknologi pertanian
Abstract
Beras menjadi bahan pangan masyarakat Indonesia yang sulit ditinggalkan.
Berdasarkan data BPS, tingkat konsumsi beras dalam seminggu mengalami
penurunan pada tahun 2010 sebesar 1,740 kg/kapita dan tahun 2017 sebesar 1,571
kg/kapita. Penurunan tingkat konsumsi beras tersebut dikarenakan beras hanya
diolah menjadi nasi saja. Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jenis
olahan beras dengan diversifikasi produk olahan beras yaitu pembuatan crispy rice
sebagai camilan. Crispy Rice merupakan makanan ringan berbentuk kompak dan
renyah yang sering dikonsumsi sebagai makanan ringan atau camilan. Pengolahan
crispy rice yang kurang tepat akan menyebabkan penurunan mutu crispy rice yaitu
penurunan tingkat kerenyahan yang diakibatkan karena pengolahan crispy rice
yang kurang tepat, sehingga perlu dilakukan alternatif untuk meningkatkan mutu
crispy rice. Penelitian ini mengkaji pengaruh perbedaan teknik pengolahan (rice
cooker, presto, microwave) dan variasi volume air terhadap karakteristik fisik dan
organoleptik crispy rice yang dihasilkan. Penelitian terdiri dari dua faktor yaitu perbedaan teknik pengolahan dan
variasi volume air. Faktor perbedaan teknik pengolahan terdiri dari tiga taraf yaitu
rice cooker, presto, dan microwave, sedangkan variasi volume air terdiri dari dua
taraf yaitu 1:2 (b/v) dan 1:3 (b/v) dengan masing-masing perlakuan dilakukan tiga
kali pengulangan. Parameter penelitian meliputi pengujian fisik (mikrostruktural
nasi kering dengan alat SEM (Scanning Electron Microscopy), warna crispy rice,
volume pengembangan crispy rice, tekstur kekerasan crispy rice, dan densitas
kamba crispy rice), dan pengujian organoleptik crispy rice (warna, kereyahan,
kenampakan, dan keseluruhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan teknik
pengolahan (rice cooker, presto, microwave) dan variasi volume air memberikan
pengaruh yang nyata terhadap tingkat kecerahan (lightness) dan tidak memberikan
pengaruh nyata terhadap nilai derajat putih (whiteness). Nilai warna lightness dan
whiteness tertinggi yaitu microwave dengan warna putih cerah. Teknik pengolahan
yang berbeda (rice cooker, presto, microwave) dan variasi volume air berpengaruh
nyata terhadap volume pengembangan, tekstur kekerasan, dan densitas kamba.
Tingkat kesukaan tertinggi crispy rice untuk parameter warna, kerenyahan,
kenampakan, dan keseluruhan adalah crispy rice dengan teknik pengolahan
menggunakan presto dan volume penambahan air 1:2 (b/v).
Description
reupload file repository 15 april 2026 izza/toufik
