Proses Belajar Petani Dalam Kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Pada Usahatani Tembakau Kelompok Tani “Sumber Rejeki 01” di Desa Biting Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian Universitas Jember
Abstract
Sekolah lapang pengendalian hama terpadu bertujuan untuk memberikan cara
pengendalian yang tepat dan meningkatkan pengetahuan, sikap serta
keterampilan petani dalam mengelola budidaya tembakau secara ramah
lingkungan. Perilaku petani dalam pengendalian OPT dengan prinsip PHT
masih tergolong rendah, sehingga mereka sering menggunakan metode yang
kurang tepat. Fokus penelitian yakni untuk menganalisis proses belajar petani
dalam kegiatan sekolah lapang pengendalian hama terpadu pada budidaya
tembakau. Metode penentuan lokasi penelitian ini yaitu purposive methode
(secara sengaja) di Desa Biting Kecamatan Arjasa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa proses belajar petani dalam kegiatan sekolah lapang
pengendalian hama terpadu tembakau terjadi perubahan perilaku petani dalam
budidaya tembakau yaitu (1) Proses pengolahan tanah, terjadi perubahan sikap
dan keterampilan petani yang kurang dalam pembajakan dan pembuatan
bedengan dengan ukuran yang sesuia anjuran PPL yakni 1 meter x 12 meter.
(2) Proses pembibitan, perubahan sikap dan keterampilan petani yang kurang
dalam penggunaan bibit tersertifikasi, media polybag, menentukan umur bibit
dan pemindahan bibit. (3) Proses penanaman, terjadi perubahan sikap dan
keterampilan petani yang kurang dalam menentukan umur tanam dan jarak
tanam, karena petani dalam praktiknya lebih menggunakan metode yang lama.
(4) Proses pemupukan, perubahan sikap dan keterampilan petani yang kurang
dalam metode pemupukan dan frekuensi pemupukan dilakukan sesuai dengan
anjuran yakni 3 kali pemupukan yang dapat dilakukan secara ditabur maupun
dikocor. (5) Proses pemeliharaan, perubahan sikap dan keterampilan petani
terkait penyiraman tanaman yaitu petani menerima dan menerapkan anjuran
PPL bahwa dalam penyiraman dilakukan dengan takaran setengah bedeng agar
tanaman tidak terlalu menyerap banyak air. (6) Proses pengendalian hama dan
penyakit, perubahan sikap dan keterampilan petani yang masih kurang dalam
mengendalikan hama dan penyakit secara semi organik, mereka lebih
mempertahankan cara lama mereka dalam mengatasi serangan hama dan
penyakit pada tembakau dengan menggunakan bahan kimia. (7) Panen dan
pasca panen, terjadi perubahan sikap dan keterampilan petani yang kurang
dalam proses pemanenan yakni umur pemanenan karena saat itu praktek di
lahan dalam sekolah lapang tidak terlaksana karena waktu pamenan dengan
praktek di lahan tidak serentak dan petani setiap kali masuk masa panen hasil
tembakau selalu dijual kepada pengepul.
Description
Reuploud file repositori 15 Apr 2026_Firli_Tata
