Optimasi Parameter Pemesinan Bubut Dengan Variasi Media Pendingin Dan Kecepatan Spindel Terhadap Kekasaran Permukaan Baja AISI 1045
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Para produsen yang dapat menghasilkan hasil produk dengan tingkat
kualitas yang tinggi dan harga yang terjangkau akan menarik minat konsumen di
pasar. Salah satu faktor utama dari kualitas produk dari bahan olahan adalah
kekasaran permukaan. Proses pemesinan adalah suatu proses yang digunakan
pada industri manufaktur, proses pemesinan sendiri telah menjadi hal yang
penting dari industri manufaktur sejak era revolusi industri. Pada proses
pemesinan yang cukup banyak digunakan untuk dapat menghasilkan produk
berbentuk silinder yaitu proses bubut. Cairan pendingin juga tidak lepas dari
proses pembubutan, cairan pendingin berperan sebagai pendingin dan pelumas
saat proses pembubutan benda kerja.
Masalah yang sering terjadi di dunia indutri khususnya manufaktur pada
proses pembubutan yaitu ketidaksesuaian kekasaran permukaan dari hasil
pembubutan. Dimana salah satu penyebab hasil kekasaran menjadi tidak sesuai
yaitu parameter pemesinan yang tidak disesuaikan dan tingginya temperatur
benda kerja yang bergesekan dengan pahat pada proses pembubutan. Dimana nilai
parameter yang digunakan yang tinggi maka proses pembubutan akan semakin
cepat, namun kekasaran permukaan dan temperatur produk yang dihasilkan akan
semakin tinggi. Sebaliknya nilai parameter yang digunakan rendah maka proses
pembubutan akan semakin lama, namun kekasaran permukaan dan temperatur
produk yang dihasilkan akan rendah.
Oleh sebab itu, diperlukan pengoptimalan parameter pemesinan dan cairan
pendingin yang digunakan agar mendapatkan parameter pemesinan yang efisien
dan cairan pendingin yang menghasilkan kekasaran yang rendah. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran cairan pendingin
dan kecepatan spindel terhadap nilai kekasaran permukaan baja AISI 1045.
Description
Reaploud Repository 13 April-agus
