Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan iSpring (2 Bahasa: Indonesia dan Madura) Materi Bagaimana Tubuh Kita Bergerak Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pemahaman peserta didik
terhadap bahasa Indonesia yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar peserta
didik. Hasil observasi dan wawancara peserta didik mengalami kesulitan
memahami materi karena terbatasnya penguasaan terhadap bahasa Indonesia yang
digunakan dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan perlunya
pengembangan media pembelajaran yang mampu menyajikan materi secara visual,
interaktif, dan menggunakan bahasa yang lebih akrab bagi peserta didik, dalam hal
ini bahasa Madura. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
media pembelajaran berbasis iSpring yang menggunakan dua bahasa (Indonesia
dan Madura) pada materi sistem gerak manusia, serta menguji validitas,
kepraktisan, dan keefektifan media tersebut dalam meningkatkan hasil belajar
peserta didik.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and
Development) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahapan, yaitu analisis
(analyze), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi
(implement), dan evaluasi (evaluate). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta
didik kelas VI SDN Jatisari 03. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar
validasi ahli media, materi, dan bahasa; angket kepraktisan peserta didik; serta soal
pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui
signifikansi perbedaan hasil belajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran dua bahasa yang
dikembangkan memperoleh skor validasi sebesar 87%, yang dikategorikan sangat
valid. Penilaian ini diberikan oleh empat ahli: ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, berdasarkan aspek tampilan, isi, dan penggunaan bahasa dalam media.
Kepraktisan media berdasarkan respon 27 peserta didik mencapai 87,96% yang
termasuk dalam kategori sangat praktis. Angket kepraktisan menunjukkan bahwa
media mudah digunakan, menarik, dan membantu peserta didik memahami materi
lebih baik. Untuk mengukur keefektifan, dilakukan uji perbandingan hasil pretest
dan posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis menunjukkan
bahwa kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran dua bahasa
mengalami peningkatan hasil belajar sebesar 81,26%, dan uji-t menunjukkan
adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Selain itu, hasil uji N-Gain
dan uji t menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik secara
signifikan setelah menggunakan media pembelajaran sebesar 0,6.
Description
Reaploud Repository 13 April-agus
