Pembukaan Kembali Hubungan Diplomatik Arab Saudi dengan Iran pada Tahun 2023
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini mengkaji keputusan Arab Saudi untuk membuka kembali hubungan diplomatik
dengan Iran pada tahun 2023 sebagai bentuk respons strategis terhadap dinamika regional yang
kompleks. Selama lebih dari satu dekade, hubungan kedua negara diwarnai oleh ketegangan
politik, konflik sektarian, dan keterlibatan dalam perang proksi yang memperburuk instabilitas di
kawasan Timur Tengah. Keputusan untuk memulihkan hubungan diplomatik bukanlah tindakan
yang bersifat spontan, melainkan hasil dari pertimbangan rasional yang sejalan dengan
kepentingan nasional Arab Saudi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Rational Actor
Model dari Graham T. Allison sebagai kerangka konseptual utama. Dalam pendekatan ini, negara
dipandang sebagai aktor yang memiliki tujuan tertentu, mengevaluasi alternatif kebijakan yang
tersedia, mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan, dan memilih langkah yang paling
mendekatkan pada pencapaian tujuannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arab Saudi mempertimbangkan empat tujuan utama dalam
proses pengambilan keputusan tersebut, yaitu: menjaga stabilitas keamanan nasional, melanjutkan
pembangunan ekonomi berkelanjutan, mengamankan produksi dan harga energi, serta
memperluas kerja sama internasional melalui diversifikasi aliansi strategis. Keputusan untuk
membuka kembali hubungan dengan Iran dinilai sebagai pilihan yang paling mendekati realisasi
keempat tujuan tersebut, serta memberikan manfaat jangka panjang yang lebih besar dibandingkan
dengan mempertahankan ketegangan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan rasional dalam
kebijakan luar negeri tidak hanya relevan dalam situasi krisis, tetapi juga penting dalam merespons
tantangan pembangunan dan dinamika global secara berkelanjutan dan manusiawi.
Description
Entry oleh Arif 2026 Januari 29
