Vanda Dwi Anggiri
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
ertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan berambahnya juga kebutuhan
masyarakat akan tempat tinggal. Pembangunan perumahan adalah salah satu upaya
untuk memenuhi kabutuhan terhadap rumah tinggal. Namun, pendapatan
masyarakat Banyuwangi yang tergolong rendah, membuat pengembang harus
menyesuaikan harga jual yang akan ditetapkan akan sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan masyarakat. Untuk itu dilakukakn penerapan Value Engineering guna
mendapatkan penghematan biaya konstruksi untuk menetapkan harga jual yang
lebih kompetitif dengan menggunakan metosde titik impas. Dalam penelitian ini
mengambil studi kasus pada rumah tipe 72 perumahan Parahyangan Residence.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar penghematan setelah
dilakukan penerapan value engineering dan berapa penetapan harga jual rumah
dengan metode titik impas. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
dilakukan dalam penelitian ini adalah rencana kerja rekayasa nilai yang terbagi
dalam 4 (empat) tahap yaitu : tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa dan tahap
rekomendasi. Dalam tahap kreatif dilakukan pengumpulan alternatif desain baru.
Dalam tahap analisis menyeleksi alternatif desain dengan cara analisis Life Cycle
Cost (LCC) dan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Indikator pekerjaan yang
dapat dilakukan value engineering pada rumah tipe 72 di Perumahan Parahyangan
Residance yaitu pada Pekerjaan Arsitektur khususnya pekerjaan dinding yang
awalnya menggunakan dinding pasangan bata merah kemudian terpilih alternatif
pasangan dinding batako dengan acian mortar siap pakai menghasilkan
penghematan sebesar 3,66 % terhadap biaya dinding bata merah, atau sebesar Rp.
14,040,000. Dengan penetapan harga jual rumah setelah dilakukan proses value
engineering dan analisis titik impas sebesar Rp.501,987,572.
Description
upload by Teddy_13.04.2026
