Penerapan Rainbow 2-Connected Pada Graf Khusus Dan Graf Hasil Operasi Korona Dan Cartesian
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Salah satu bagian dari matematika diskrit yang sering kali digunakan se-
bagai alat bantu untuk menggambarkan suatu permasalahan agar lebih mudah
dipahami dan diselesaikan adalah teori graf atau graph theory. Meskipun pada
awalnya graf diciptakan untuk diterapkan dalam penyelesaian kasus, namun graf
telah mengalami perkembangan yang sangat luas didalam teori graf itu sendiri
(Slamin, 2009). Teori graf pertama kali diperkenalkan oleh matematikawan berke-
bangsaan Swiss pada 1936 yaitu Leonhard Euler, melalui tulisannya yang berisi
tentang pemecahan masalah Jembatan Konigsberg yang sangat sulit dipecahkan
pada masa itu. Rainbow connection atau koneksi pelangi yang merupakan salah satu teori
pada graf adalah pemberian warna pada sisi graf dimana setiap dua titik yang
berbeda harus memiliki minimal satu lintasan yang bisa dilewati (rainbow path)
sehingga graf tersebut bersifat rainbow connected. Pewarnaan minimal yang digu-
nakan pada graf G agar dapat dikatakan rainbow connected disebut dengan istilah
rainbow connection number yang dinotasikan dengan rc(G). Apabila terdapat
minimal 2 bagian dalam rainbow path yang terpisah (internaly disjoin rainbow
path) yang menghubungkan setiap dua titik berbeda di G, maka graf G dikatakan
rainbow 2-connected yang dinotasikan dengan rc2(G) (Chartrand et al., 2006).
Rainbow 2-connected dapat diaplikasikan pada proses distribusi pesan, barang,
dokumen rahasia, soal-soal ujian dan lain sebagainya agar terjaga kemanannya.
Misalnya untuk distribusi dokumen rahasia berupa soal SBMPTN, memberikan
pengawalan ketat dan tim pengawas merupakan salah satu cara untuk memini-
malisir terjadinya kecurangan dalam proses pendistribusian soal SBMPTN dari
pusat penyimpanan soal sampai ke Perguruan Tinggi atau Universitas agar kera-
hasiaan soal tetap terjaga, dimana jalur yang akan dilewati distributor dijaga oleh
tim pengawas yang berbeda. Hal ini ditujukan agar tim pengawas dapat fokus
dalam menjalankan tugasnya di masing-masing jalur yang telah ditentukan. Jalan
alternatif juga harus disediakan dalam proses distribusi soal SBMPTN ini demi
menghindari kemacetan jalan. Apabila soal sampai ke Universitas dengan jumlah
sama seperti semula, maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi kecurangan saat
pendistribusian.
Description
Reupload Repositori File 13 April 2026_Kholif Basri
