Jaringan Sosial Petani Pemula dalam Meningkatkan Daya Saing Pemasaran Cabai di Desa Kalisalam
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Komoditas pertanian menjadi salah satu profesi yang digeluti oleh masyarakat di
Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Desa Kalisalam
dikenal sebagai salah satu sentra produksi cabai dengan mayoritas penduduknya
bekerja di sektor pertanian. Desa Kalisalam memiliki dua macam petani yakni
petani senior dan petani pemula. Petani pemula adalah petani yang baru memulai
kariernya dengan menjadi petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisis jaringan sosial pada petani cabai di Desa Kalisalam
dalam meningkatkan daya saing pemasaran. Cara yang dilakukan petani pemula
untuk menjual hasil panennya yaitu cabai adalah dengan cara membangun relasi
dengan tengkulak. Hasil panen cabai dari petani pemula akan dijual kepada
tengkulak yang sudah memiliki ikatan perjanjian dan tengkulak lainnya. Teori
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori jaringan sosial yang
dikemukakan oleh Mark Granovetter. Teori jaringan sosial ini memiliki konsep
ikatan kuat dan lemah. Ikatan kuat dan lemah tersebut terjadi antara petani pemula
dan tengkulak di Desa Kalisalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi.
Pengumpulan data yang dilakukan yakni antaranya observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam pengujian keabsahan data yakni
teknik triangulasi. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan adanya ikatan kuat dan ikatan lemah yang terjadi antara
petani cabai pemula dengan tengkulak di Desa Kalisalam. Ikatan kuat yang terjadi
membuat kerja sama didasari dengan ikatan perjanjian, kepercayaan, dan sanksi
sosial sehingga meminimalisir kecurangan. Kelemahan dari ikatan kuat yakni
petani masih terikat dalam menjual cabai kepada tengkulak tertentu. Sedangkan
ikatan lemah yang terjadi pada petani cabai pemula dan tengkulak justru membuat
para aktornya lebih bebas, artinya adalah petani pemula justru lebih leluasa dalam
menjual hasil panennya. Ikatan lemah ini terjadi pada petani pemula yang tidak
memiliki ikatan perjanjian dengan tengkulak dan terjadi pada admin purchasing
pabrik pengalengan sarden.
Description
Entry oleh Arif 2026 April 09
