Faktor-faktor yang Mempengaruhi Angka Harapan Hidup di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penduduk adalah kekayaan nyata suatu bangsa. Perkembangan penduduk
baik secara kualitas maupun kuantitas dipengaruhi oleh banyak faktor. Tidak hanya
sekedar berbicara pembangunan semata, tetapi juga harus paham tentang
pembangunan yang berkualitas dengan resiko yang seminim mungkin dengan
manfaat yang luar biasa bagi masyarakat. Kualitas hidup yang dimiliki suatu negara
ataupun wilayah, menggambarkan kesejahteraan rakyat dan keberhasilan dari
program-program yang dibuat oleh pemerintah untuk meningkatkan derajat
kehidupan manusia. Terkait dengan kualitas hidup terdapat unsur angka harapan
hidup (AHH) di dalamnya. Angka harapan hidup merupakan salah satu indikator
yang digunakan untuk menilai derajat kesehatan penduduk yang menggambarkan
kualitas hidup. Banyak hal yang melatarbelakangi angka harapan hidup di suatu
daerah pada posisi tinggi atau rendah, diantaranya adalah pendidikan, pelayanan
kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta Pendapatan Domestik
Regional Bruto (PDRB).
Penelitian ini dapat digolongkan sebagai explanatory research, yaitu
penelitian yang menjelaskan hubungan kausal dan keterkaitan variabel penelitian
yang meliputi pengaruh pendidikan, pelayanan kesehatan, PHBS, serta PDRB
terhadap angka harapan hidup di Kabupaten Jember. Alat analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan formulasi Y
= 1.301417 + 0.002720PEND + 0.103762YanKes - 0.090715PHBS +
0.069406PDRB, yang menunjukkan bahwa nilai konstanta sebesar 1.301417 mempunyai arti apabila variabel pendidikan, pelayanan kesehatan, PHBS, dan
PDRB mengalami kenaikan sebesar 1 persen maka akan terjadi kenaikan angka
harapan hidup sebesar 1.301417 persen dengan asumsi variabel lain dianggap tetap
atau konstan; nilai koefisien regresi dari variabel pendidikan mempunyai nilai
koefisien regresi positif yaitu sebesar 0.002720 yang mempunyai arti apabila variabel
pendidikan mengalami kenaikan 1 persen maka akan terjadi kenaikan angka harapan
hidup sebesar 0.002720 persen dengan asumsi variabel lain dianggap tetap atau
konstan; nilai koefisien regresi dari variabel pelayanan kesehatan mempunyai nilai
koefisien regresi positif yaitu sebesar 0.103762 yang mempunyai arti apabila variabel
pelayanan kesehatan mengalami kenaikan sebesar 1 persen maka akan terjadi
kenaikan angka harapan hidup sebesar 0.103762 persen dengan asumsi variabel lain
dianggap tetap atau konstan; nilai koefisien regresi dari variabel PHBS mempunyai
nilai koefisien regresi negatif yaitu sebesar -0.090715 yang mempunyai arti apabila
variabel PHBS mengalami penurunan sebesar 1 persen maka akan terjadi penurunan
angka harapan hidup sebesar -0.090715 persen dengan asumsi variabel lain dianggap
tetap atau konstan; nilai koefisien regresi dari variabel PDRB mempunyai nilai
koefisien regresi positif yaitu sebesar 0.069406 yang mempunyai arti apabila
variabel PDRB mengalami kenaikan sebesar 1 persen maka akan terjadi kenaikan
angka harapan hidup sebesar 0.069406 persen dengan asumsi variabel lain dianggap
tetap atau konstan.
Secara simultan atau bersama-sama variabel pendidikan, pelayanan
kesehatan, PHBS, dan PDRB mempunyai pengaruh signifikan terhadap angka
harapan hidup di Kabupaten Jember tahun 2004-2012. Selain itu, diperoleh nilai R2
sebesar 95,91%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Hal
itu menunjukkan bahwa apabila variabel pelayanan kesehatan, PHBS, dan PDRB
mengalami peningkatan akan berbanding lurus dengan angka harapan hidup di
Kabupaten Jember
Description
Reupload file repository 8 April 2026_Rudy/Halima
