Potensi Ekstrak Daun Biduri (Calotropis gigantea) sebagai Antiinflamasi dalam Menurunkan Jumlah Monosit pada Model Tikus Inflamasi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran Gigi

Abstract

Inflamasi adalah respon pertahanan bertujuan untuk menghilangkan penyebab utama jejas. Inflamasi menyebabkan leukosit tinggi dimana ini merupakan sinyal dari tubuh dari adanya jejas. Respon inflamasi ditandai dengan adanya ciri dolor, kalor, tumor, rubor dan fungsio laesa. Untuk menyembuhkan inflamasi dibutuhkan obat antiinflamasi salah satunya adalah aspirin. Aspirin memiliki efek samping yaitu peradangan lambung. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif untuk meminimalisir efek samping. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin meneliti potensi ekstrak daun biduri sebagai antiinflamasi dalam menurunkan jumlah monosit pada model tikus inflamasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris secara in-vivo dengan rancangan serial group design. Total sampel sebanyak 25 ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok (K-) diberi aquades, (K+) diberi aspirin, EDB1 yaitu dosis 100 mg/kg BB, EDB2 yaitu dosis 200 mg/kg BB dan EDB3 yaitu dosis 300 mg/kg BB. Setiap kelompok kemudian dilakukan pengambilan darah pra-perlakuan karagen, setelah diberi karagen, setelah diberi ekstrak hari pertama dan hari ketiga. Setelah pengambilan sampel darah dilakukan pewarnaan dan pengamatan menggunakan mikroskop perbesaran 1000x oleh 3 pengamat.

Description

reeapload 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By