Pengembangan Label Pintar Pemantau Kematangan Buah Pepaya Potong Berbasis Indikator pH Methyl Red dan Bromocresol Purple
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Salah satu komoditas pertanian yang cukup dikenal masyarakat yaitu buah
pepaya. Pepaya relatif disukai semua lapisan masyarakat karena cita rasanya yang
enak, kaya vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Buah pepaya
umumnya dipasarkan dalam kondisi belum matang hingga lewat matang. Sebelum
dikonsumsi, buah tersebut biasanya dicuci, dikupas, dan dipotong agar memiliki
penampilan yang lebih menarik dan lebih praktis dikonsumsi. Selama proses
pematangan, buah mengalami perubahan seperti peningkatan kadar gula,
perubahan tekstur, perubahan warna pada kulit dan daging buah, perubahan laju
CO2 dan produksi etilen, penurunan keasaman diikuti perubahan karoten,
pelunakan daging buah, penurunan bobot, serta penurunan kadar air. Buah pepaya
matang memiliki ph mendekati netral yaitu 6,8 sedangkan pepaya yang busuk
memliki ph asam di bawah 5,2. Proses pembusukan buah pepaya dipengaruhi oleh
adanya penurunan ph dan kekerasan buah serta adanya peningkatan susut bobot
dan total padatan terlarut. Buah pepaya dinyatakan busuk apabila memiliki ph di
bawah 5,2.
Metode pada penelitian ini melihat tingkat kematangan buah pepaya pada
kemasan yaitu menggunakan label pintar. Prinsip dari label pintar yaitu perubahan
warna pada ph yang dihasilkan karena senyawa H+ yang terbentuk dari hasil
repirasi akan bereaksi dengan membran dalam kemasan. Indikator yang
digunakan sebagai label pintar yaitu indikator ph methyl red (MR) berubah dari
warna merah menjadi kuning dengan rentang pH (4,4 – 6,2) dan bromocresol
purple (BCP) memiliki pH 5,2 (berwarna kuning) dan pH 6,8 (berwarna ungu).
Parameter – parameter tingkat kematangan buah pepaya meliputi susut berat, pH,
kekerasan, total padatan terlarut dan uji sensorik. Dari parameter tersebut
dikaitkan dengan perubahan warna dari label pintar sehingga dapat ditentukan
perubahan kualitas buah pepaya dalam kemasan yang disimpan dalam suhu ruang
dan chiller. Hasil penelitian dilihat dari tingkat kematangan buah pepaya dan
perubahan warna label pintar selama penyimpanan pada suhu ruang dan chiller.
Buah pepaya yang disimpan pada suhu ruang selama 5 hari mulai menunjukkan
daging yang busuk pada hari ke-4 disertai perubahan warna label pintar
bromocresol purple menjadi kuning, methyl red menjadi merah terjadi penurunan
susut berat 6,5332%, ph 4,85, kekerasan 69,833 g/mm, dan total padatan terlarut
9,88%brik. Pada suhu chiller buah pepaya disimpan selama 9 hari telah
menunjukkan busuk pada hari ke-7 dengan warna label pintar yang sama seperti
suhu ruang, terjadi penurunan susut berat 6,4645%, ph 4,95, kekerasan 83g/mm,
dan total padatan terlarut 9,67%brik.
Perubahan intensitas warna label pintar methyl red dan bromocresol
purple memiliki hubungan positif dengan tingkat kematangan buah pepaya yang
meliputi susut berat, total padatan terlarut dan berhubungan negatif yang meliputi
kekerasan, ph dan evaluasi sensorik dimana keseluruhan uji menunjukkan
semakin meningkat nilai mean RGB methyl red dan bromocresol purple maka
tingkat kematangan buah pepaya semakin menurun sehingga buah pepaya dalam
keadaan tidak matang. Perubahan intensitas warna label pintar bromocresol
purple dan methyl red pada suhu ruang lebih cepat daripada penyimpanan pada
suhu chiller. Hal ini menunjukkan bahwa semakin cepat perubahan warna label
pintar maka semakin menurun kualitas buah pepaya pada kemasan sehingga buah
tidak layak untuk dikonsumsi.
Description
Reupload file repository 7 April 2026_Rudy/Halima
