Studi Komparatif Kompetensi Klinik, Etik, dan Kultural Perawat pada Lima Unit Pelayanan di Dua Rumah Sakit Umum Tipe C PT. Rolas Nusantara Medika

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Kualitas Pelayanan Keperawatan ditentukan oleh kompetensi perawat dalam tiga dimensi utama, yaitu kompetensi klinik, etik dan kultural. Ketiga aspek ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan yang aman, efektif dan berpusat pada pasien. Namun, terdapat indikasi perbedaan kompetensi perawat antar unit pelayanan, yang dapat mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pebedaan kompetensi klinik, etik dan kultural perawat pada lima unit pelayanan di dua rumah sakit tipe C milik PT Rolas Nusantara Medika Kabupaten Jember. Penelitian kuantitatif dengan metode komparatif menggunakan strategi survei. 227 responden yang merupakan perawat aktif di masing – masing unit pelayanan yang dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi klinik memiliki skor median tertinggi pada unit Rawat Jalan dan Instalasi Gawat Darurat (204), sedangkan terendah pada unit Hemodialisa (197). Untuk kompetensi etik, skor median tertinggi terdapat pada Rawat Jalan (94) dan terendah pada Rawat Inap dan Instalasi Gawat Darurat(88). Sedangkan pada kompetensi kultural, skor median tertinggi dicapai oleh unit hemodialisa (147), dan terendah oleh Rawat Inap (139). Meskipun terdapat variasi nilai antar unit, hasil uji Kruskal-Wallis p-value kompetensi klinik 0.681, kompetensi etik 0.379, kompetensi kultural 0.210, menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada ketiga jenis kompetensi antar unit pelayanan p- value > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa persebaran kompetensi perawat tergolong setara di lima unit pelayanan RS tipe C PT Rolas Nusantara Medika. Kesimpulan: Kompetensi klinik, etik, dan kultural perawat pada lima unit pelayanan rumah sakit berada dalam rentan cukup hingga baik, dengan perbedaan nilai yang tidak signifikan antar unit. Unit rawat jalan secara konsisten menunjukkan skor yang lebih tinggi pada kompetensi klinik dan etik, sedangkan unit hemodialisa unggul pada kompetensi kultural. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan kompetensi secara merata masih diperlukan melalui program pelatihan berkelanjutan dan pengembangan kompetensi berbasis unit kerja untuk menunjang mutu pelayanan keperawatan secara menyeluruh.

Description

Reuploud file repositori 6 april 2026_Firli

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By