Deteksi Dini Lesi Pra-Kanker dan Kanker Rongga Mulut pada Pasien Perokok Kretek di Departemen Ilmu Penyakit Mulut Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jember pada Tahun 2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Merokok merupakan salah satu ancaman kesehatan terbesar dengan
prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan survei Kementerian
Kesehatan, jumlah perokok dewasa meningkat dari 60,3 juta pada tahun 2011
menjadi 69,1 juta pada tahun 2021. Menurut laporan Global Adult Tobacco
Survey (GATS), rokok tanpa filter (rokok kretek) menjadi jenis rokok yang paling
banyak dikonsumsi di Indonesia dengan kandungan tar dan nikotin yang lebih
tinggi dibandingkan rokok lainnya. Kandungan ini memberikan dampak negatif
signifikan pada kesehatan, terutama pada rongga mulut dan dapat menyebabkan
lesi patologis yang berpotensi berkembang menjadi kanker mulut. Deteksi dini
lesi pra-kanker sangat penting untuk meningkatkan prognosis dan harapan hidup
pasien, tetapi sering diabaikan karena gejalanya yang tidak terasa mengganggu.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini atau menemukan
secara awal terkait keberadaan lesi-pra kanker maupun kanker pada rongga mulut
pasien perokok kretek. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan
di Departemen Ilmu Penyakit Mulut Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan
Universitas Jember dengan jumlah sampel 31 orang dan menggunakan teknik
purposive sampling. Penelitian dimulai dari pemeriksaan klinis dan dilanjutkan
oleh pemeriksaan lanjutan menggunakan VELscope.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan lesi pra-kanker
ataupun kanker pada pasien perokok kretek di Departemen Ilmu Penyakit Mulut
Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jember. Lesi yang
ditemukan pada pasien perokok kretek adalah lesi-lesi yang disebabkan akibat
merokok antara lain smoker's melanosis (61,23%), stomatitis nikotina (26,53%),
dan hyperkeratosis (10,20%). Terdapat satu pasien yang tidak menunjukkan
adanya lesi di rongga mulutnya.
Description
Reuploud file repositori 6 april 2026_Firli
