Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Kebijakan Dividen Sektor Properti, Real Estate, Dan Kontruksi Bangunan Periode 2014-2018 (Studi Pada Perusahaan Pemeringkatan Lq45)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Abstract

Pendistribusian keuntungan perusahaan merupakan salah satu bentuk dari pengelolaan keuangan perusahaan. Pendistribusian dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. Pendistribusian keuntungan diatur dalam kebijakan dividen. Kebijakan dividen menimbulkan dua (2) kepentingan yang berbeda, antara menahan laba sebagai sumber dana dan atau membagikannya kepada pemegang saham. Ketersediaan kas, kebutuhan melunasi hutang, serta kemampuan aset perusahaan menghasilkan keuntungan menjadi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Kondisi tersebut dapat dilihat melalui analisis rasio keuangan perusahaan. Data BEI per November 2014 menunjukan pertumbuhan sektor properti sebesar 48,72%, tertinggi di antara sektor lainnya. Pada tahun yang sama, beberapa saham properti berhasil masuk dalam kelompok indeks saham-saham pilihan seperti Indeks LQ45, JIIX, dan KOMPAS. Tahun 2014 juga menjadi tahun terbaik bagi saham indeks LQ45, karena pada tahun tersebut kenaikan pergerakan close price LQ45 lebih tinggi dari IHSG yaitu sebesar 26,4%. Sektor properti menyumbang sebanyak 12 perusahaan pada periode pemeringkatan LQ45 di tahun 2014, bahkan delapan (8) dari sepuluh (10) besar kelompok saham LQ45 yang mencatatkan return saham tertinggi merupakan sektor properti. Saham-saham LQ45 diyakini memiliki kondisi keuangan yang baik, sehingga lebih besar kemungkinan dapat membagikan dividen. Kajian-kajian terdahulu banyak ditemukan adanya pengaruh antara rasio keuangan terhadap kebijakan dividen, namun masih terjadi inkosistensi hasil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan (rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas) terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diambil merupakan data sekunder yang didapat dari laporan keuangan perusahaan yang diakses melalui website resmi Bursa Efek Indonesia dan website resmi perusahaan. Sampel berjumlah 8 perusahaan sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan yang termasuk dalam pemeringkatan LQ45 periode Februari-Juli 2014. Variabel independen terdiri dari likuiditas dihitung dengan cash ratio, solvabilitas dihitung dengan debt to equity ratio, dan profitabilitas dihitung dengan return on investment. Kebijakan dividen dihitung dengan dividend payout ratio sebagai variabel dependen. Keseluruhan data kemudian dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS. Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis dan pembahasan mengenai pengaruh tiga rasio keuangan terhadap kebijakan dividen sektor properti ditemukan bahwa likuiditas dan profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan dividen perusahaan, sedangkan solvabilitas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen perusahaan. Semakin besar kemampuan kas perusahaan melunasi hutang lancarnya, semakin besar pula kemampuan perusahaan membayar dividen secara kas. Profitabilitas yang rendah juga tidak selalu dibarengi dengan penurunan dividen. Ketergantungan perusahaan terhadap kreditur yang semakin besar akan memperbesar pula kewajiban yang harus dibayar, namun perusahaan yang telah berkomitmen membagikan dividen akan selalu mengupayakan pembagian dividen yang dianggap menguntungkan bagi kedua pihak.

Description

Reupload Repositori File 07 April 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By