Penentuan Indeks Kualitas Tanah Berdasarkan Sifat Fisik Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan, Jenis Tanah, dan Topografi Di Sub Das Arjasa Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tanah adalah sebuah badan alami yang terdiri dari berbagai bahan mineral dan organik, membentuk lapisan-lapisan yang berbeda dari bahan induknya. Tanah sangat penting dalam keberlangsungan makhluk hidup memiliki fungsi-fungsinya sebagai suatu ekosistem, diantaranya sebagai tempat tumbuh tanaman, penyedia sumber daya, dan sebagai ekosistem itu sendiri. Fungsi tanah yang menurun dapat menyebabkan terganggunya ekosistem tanah itu sendiri. Meningkatnya penggunaan sumber daya tanah dan kerentanan tanah pertanian, penilaian kualitas tanah diperlukan untuk mencapai pengelolaan berkelanjutan dan untuk memprediksi risiko degradasi tanah. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan penilaian kualitas tanah untuk meningkatkan produksi dan kelestarian lingkungan serta pertanian berkelanjutan yang bergantung pada kondisi dan kapasitas lahan pertanian, termasuk tanah, iklim dan karakteristik biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) status sifat fisik tanah di Sub DAS Arjasa (2) indikator utama sifat fisik kualitas tanah di Sub DAS Arjasa (3) pengaruh penggunaan lahan, jenis tanah, dan topografi terhadap nilai indeks kualitas tanah di Sub DAS Arjasa (4) sebaran indeks kualitas tanah di Sub DAS Arjasa.
Penelitian diawal dengan pembuatan peta cluster dalam penentuan titik sampel. Contoh tanah diambil pada keadalaman 0 sampai 30 cm. Contoh tanah yang telah diambil selanjutnya akan dilakukan analaisis di laboratorium mengenai sifat fisiknya. Parameter yang diamati adalah tekstur tanah menggunakan hidrometer, berat volume menggunakan ring sample, berat jenis partikel menggunakan picnometer, kadar air menggunakan perhitungan kadar air, porositas menggunakan perhitungan porositas, dan konduktivitas hidrolik jenuh menggunakan double hoube parameter. Indeks kualitas tanah ditentukan melalui perhitungan sesuai dengan metode PCA (Principal Component Analysis).
Hasil menunjukan status sifat fisik tanah pada daerah penelitian memiliki rata-rata tekstur tanah bertekstur sandy loam, nilai berat volume tanah berkisar antara 1,10-1,20 g/cm3, berat jenis partikel berkisar antara 2,22-2,39 g/cm3, kadar air berkisar antara 5,78-12,46 %, porositas berkisar antara 48,99-52,00 %, dan konduktivitas hidrolik jenuh berkisar antara 6,80-11,15 cm/jam. Sifat fisik tanah yeng menjadi penentu kualitas tanah meliputi Fraksi pasir, Berat jenis partikel, dan Porositas. Terdapat pengaruh signifikan pada penggunaan lahan terhadap nilai indeks. Sedangkan jenis tanah dan kemiringan lereng tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai indeks. Daerah Sub DAS Arjasa memiliki indeks kualitas tanah dengan status agak buruk dan buruk. Status indeks kualitas tanah agak buruk tersebar pada Klaster 5 dengan luas 109 Ha atau 3,21 %, sedangkan status indeks kualitas tanah buruk berada pada Klaster 1, 2, 3, 4, 6, dan 7 dengan luas 3258 Ha atau 96,79%.
Description
Reupload file repository 28 Januari 2026_Ratna
