Motivasi dan Pendapatan Penggunaan Teknologi Penyinaran Lampu Pada Usahatani Buah Naga di Desa Bulurejo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Buah naga merupakan salah satu jenis komoditas hortikultura yang
tergolong tanaman kaktus yang hidup di daerah pasir dan cenderung kering.
Tanaman buah naga lebih banyak memerlukan intensitas matahari. Tanpa adanya
penyinaran matahari yang cukup, tanaman buah naga sulit untuk berkembang.
Selain intensitas, lama penyinaran matahari juga berperan penting. Tanaman buah
naga termasuk long day plant (tanaman yang membutuhkan paparan penyinaran
matahari cukup lama), artinya agar tanaman ini berproduksi diperlukan setidaknya
13 jam atau lebih. Berdasarkan BPS “Purwoharjo Dalam Angka 2019” Desa
Bulurejo merupakan desa yang paling banyak berusahatani tanaman buah naga.
Terdapat 2 jenis budidaya yang dilakukan oleh petani di Desa Bulurejo yaitu
usahatani secara biasa atau tidak menggunakan teknologi penyinaran lampu dan
usahatani menggunakan teknologi penyinaran lampu. Usahatani secara biasa
merupakan petani yang membudidayakan secara biasa, dalam arti usahataninya
cenderung membudidayakan tanpa adanya inovasi atau teknologi baru yang
dilakukan oleh para petani dan hanya menunggu saat musim panen tertentu untuk
dapat berbuah lebat. Sedangkan usahatani menggunakan teknologi penyinaran
lampu merupakan usahatani yang memiliki inovasi atau teknologi baru dalam hal
budidaya tanaman buah naganya. Teknologi ini dilakukan dikarenakan sebagai
penunjang matahari yang kurang maksimal.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat motivasi petani,
mengetahui produksi usahatani buah naga yang menggunakan dan tidak
menggunakan teknologi penyinaran lampu dan mengetahui pendapatan usahatani
buah naga yang menggunakan dan tidak menggunakan teknologi penyinaran
lampu di Desa Bulurejo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.
Penelitian di lakukan di Desa Bulurejo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi,
dengan pertimbangan bahwa Desa Bulurejo merupakan salah satu
Desa yang terkenal dengan banyaknya petani membudidayakan tanaman buah
naga menggunakan teknologi penyinaran lampu atau sebagai pengganti
penyinaran matahari di malam hari agar tanaman buah naga dapat berbuah
meskipun bukan pada musim panennya. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah menggunakan metode proportionate statified random
sampling (acak distratifikasi berimbang). Metode pengumpulan data yang
digunakan yaitu observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis data mengenai
tingkat motivasi petani menggunakan teknologi penyinaran lampu disini yaitu
menggunakan pendekatan analisis statistik dengan tabulasi skor secara kualitatif
yang dikuantitatifkan melalui skala Likert berdasarkan teori dari Victor Vroom.
Analisis data tentang produksi usahatani buah naga yang menggunakan dan tidak
menggunakan teknologi penyinaran lampu di Desa Bulurejo menggunakan
analisis deskriptif analitis. Sedangkan pendapatan usahatani buah naga yang
menggunakan dan tidak menggunakan teknologi penyinaran lampu di Desa
Bulurejo menggunakan analisis pendapatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat motivasi petani di Desa
Bulurejo dalam menggunakan teknologi penyinaran lampu pada usahatani buah
naga d Desa Bulurejo adalah tinggi yaitu sebesar 88,89%. Motivasi petani dalam
tiga indikator motivasi menurut Victor Vroom adalah sebagai berikut: tingkat
motivasi petani dalam indikator harapan (expectancy) berada dalam kategori
tinggi yaitu sebesar 88,89%, tingkat motivasi petani dalam indikator nilai
(valance) berada dalam kategori tinggi yaitu sebesar 55,56%, tingkat motivasi
petani dalam indikator pertautan (instrumentally) berada dalam kategori tinggi
yaitu sebesar 88,89%.; 2) Produksi usahatani buah naga yang menggunakan
teknologi penyinaran lebih besar dibandingkan dengan produksi usahatani buah
naga yang tidak menggunakan teknologi penyinaran; dan 3) Pendapatan usahatani
buah naga yang menggunakan teknologi penyinaran lebih menguntungkan
dibandingkan dengan produksi usahatani buah naga yang tidak menggunakan
teknologi penyinaran.
Description
Reupload file repositori 6 april 2026 aguus/dea
