Pengaruh Intellectual Capital, Profitabilitas, Leverage, dan Size Terhadap Nilai Perusahaan Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan terus bersaing untuk memenangkan pasar yang kompetitif. Di tengah persaingan ini, perusahaan saling berebut untuk menarik perhatian investor dengan meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan dipengaruhi oleh banyak hal. Menurut Agustin (2021), faktor yang dapat meningkatkan nilai perusahaan dapat digolongkan menjadi 2 (dua), yaitu faktor investasi dan faktor pembiayaan (Agustin, 2021). Faktor investasi salah satunya dicerminkan dengan Intellectual Capital (IC) dan profitabilitas. IC memiliki karakteristik tertentu sebagai sumber daya yang dapat menciptakan nilai perusahaan. Ilmu pengetahuan, sumber daya manusia dan teknologi merupakan sumber daya yang unik dan termasuk dalam komponen IC. Profitabilias perusahaan mencerminkan seberapa besar kemampuan manajemen dalam menghasilkan tingkat keuntungan yang diperoleh dari investasi atau penjualan (Hidayat & Khotimah, 2022). Faktor pembiayaan dapat dicerminkan dengan leverege yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan utang oleh pihak ketiga untuk mencapai tujuan perusahaan. Faktor lainnya yang mempengaruhi adalah ukuran perusahaan. Perusahaan dengan skala yang lebih besar biasanya memiliki sistem manajemen yang baik dan terstruktur dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. Oleh karena itu, semakin besar ukuran perusahaan akan dipandang memiliki reputasi yang lebih stabil oleh investor. Nilai perusahaan sendiri dapat diproksikan dengan Price Book Value (PBV). PBV adalah rasio yang menunjukkan harga saham perusahaan terhadap nilai buku. Semakin tinggi nilai PBV maka nilai perusahaan perusahaan semakin baik. Pada tahun 2020, dilansir dari CNBC Indonesia (2020), saham emiten farmasi meroket hingga 349,66% dengan lonjakan tertinggi diraih oleh PT Indofarma Tbk (INAF) bersamaan dengan saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Anomali ini menjadi menarik dikarenakan pada tahun tersebut terdapat pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh bagian dunia termasuk Indonesia, dimana banyak sektor perusahaan lumpuh karena melemahnya roda perekonomian. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh dari Intellectual Capital, Profitabilitas, Leverage, dan Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 2022. Objek penelitian meliputi perusahaan sub-sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan analisis data panel. Adapun model yang terpilih adalah model fixed effect. Adapun hasil dari uji yang dilakukan menunjukkan bahwa secara simultan, keempat variabel independen yang diuji yaitu IC, profitabilitas yang diukur dengan ROA, leverage yang diukur dengan DER, dan ukuran perusahaan yang diukur dengan logaritma natural total penjualan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Secara parsial, IC berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan ROA sebagai proksi profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. DER sebagai proksi leverege tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Description
Reupload file repository 2 April 2026_Yudi
