Peran Mise-En-Scene dalam Menggambarkan Perubahan Karakter Tokoh Utama pada Film 200 Pounds Beauty Rilis Tahun 2023
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Film 200 Pounds Beauty merupakan film remake asal Korea Selatan yang dirilis pada 22 Februari 2023 dan tayang di Prime Video. Tokoh utama bernama Juwita yang memiliki kondisi fisiologis gemuk obesitas, dengan latar belakang sosiologis mendiskriminasi hingga berpengaruh pada psikologisnya yang tidak percaya diri dan mudah putus asa. Konflik internal dan eksternal yang dialami Juwita adalah titik awal keputusan Juwita untuk merubah dirinya menjadi wanita cantik dan menjadi penyanyi terkenal. Perubahan Juwita ditandai dengan operasi plastik pada seluruh tubuhnya dan ia merubah namanya menjadi Angelica. Proses perubahan Juwita menjadi Angelica didukung oleh salah satu unsur sinematik dalam film yaitu mise-en-scene. Penelitian film 200 Pounds Beauty bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran mise-en-scene dalam menggambarkan perubahan karakter tokoh utama. Penelitian film 200 Pounds Beauty menggabungkan teori tiga dimensi karakter dan mise-en-scene untuk menganalisis aspek-aspek visual dalam film dapat berperan pada perubahan karakter tokoh. Teori tiga dimensi karakter yang digunakan sebagai pendukung dikemukakan oleh Egri (1946) yaitu, fisiologis, sosiologis, dan psikologis. Penggunaan teori tiga dimensi karakter sebagai acuan untuk mengetahui kondisi karakter berdasarkan tiga aspek yang melandasi. Teori mise-en-scene sebagai teori utama dikemukakan oleh Bordwell et al (2020) yang mencakup setting, pencahayaan, tata rias, kostum, dan pementasan. Mise-en-scene digunakan sebagai penanda perubahan pada karakter tokoh yang terjadi. Penelitian yang dilakukan memahami setiap aspek pada mise-en-scene dapat berperan dalam menggambarkan perubahan karakter tokoh utama film 200 Pounds Beauty. Menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dibagi menjadi enam scene untuk dianalisis. Pembagian scene didasarkan pada aspek tiga dimensi karakter tokoh Juwita yang mengalami perubahan menjadi Angelica dengan ditandai oleh penerapan mise-en-scene pada setiap perubahannya. Terjadi sebanyak tiga kali perubahan yang dialami oleh karakter tokoh Juwita menjadi Angelica. Perubahan pertama terletak pada fisiologis Juwita yang gemuk berubah ramping setelah menjadi Angelica. Perubahan kedua pada latar belakang sosiologis yang mengalami kenaikan status setelah menjadi Angelica. Ketiga, perubahan terletak pada psikologis Juwita yang awalnya tidak percaya diri berubah menjadi percaya diri setelah ke Angelica. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mise-en-scene berperan penting pada setiap perubahan karakter tokoh Juwita menjadi Angelica. Perhitungan presentase sebanyak 14% menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi oleh Juwita menjadi Angelica dapat didukung oleh aspek aspek dalam mise-en-scene berperan.
Description
Reupload file repository 2 April 2026_Yudi
