Show simple item record

dc.contributor.authorSubagio, Achmad
dc.date.accessioned2015-01-26T05:23:05Z
dc.date.available2015-01-26T05:23:05Z
dc.date.issued2011-09-14
dc.identifier.citationMocaf diharapkan bisa menjadi alternatif pangan nasional. Dapat diandalkan untuk pendamping beras dan gandum dengan ongkos relatif murah. Cocok untuk penderita diabetes dan bebas alergi.en_US
dc.identifier.issn1
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/61045
dc.description.abstractJika berkunjung ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, jangan lupa menyantap mocaf. Penganan ini memang bukan santapan ringan khas Jember seperti tape Jember atau suwar-suwir (sejenis dodol). Mocaf adalah kependekan dari modified cassava flour yang terbuat dari tepung ubi kayu. Tepung ini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi butiran ‘’beras’’. Setelah dimasak, mocaf dapat dihidangkan sebagai pengganti nasi. Inilah jenis pangan unggulan baru dari kota Jember. ‘’Riset tentang mocaf ini merupakan bagian dari upaya antisipasi krisis pangan akibat cuaca ekstrem dan global warning yang melanda dunia, termasuk Indonesia,’’ kata Apriyanto, Kepala Bidang Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Jawa Timur. Penelitian ‘’beras tiruan’’ ini, menurut Apriyanto, dilakukan sejak 2001. ‘’Kini telah sampai pada tahap uji coba untuk dikonsumsi,’’ katanya. Apriyanto menyatakan, beras mocaf tak ubahnya beras asli. Begitu pula cita rasanya setelah dimasak. Kandungan gizi beras mocaf juga tak kalah dari beras asli. ‘’Mocaf mengandung karbohidrat, protein, dan mineral yang memadai. Inilah alternatif pangan yang menyehatkan,’’ ujarnya.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherGatraen_US
dc.relation.ispartofseriesGatra 2011914;60 - 61
dc.subjectKrisis Pangan, Beras Cerdas, Pangan Alternatifen_US
dc.titleAtasi Krisis Pangan dengan Si Beras Cerdasen_US
dc.typeBooken_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record