Ekstrak Daun Biduri (Calotropis gigantea) sebagai Anti Inflamasi dalam Menurunkan Jumlah Neutrofil pada Model Tikus Inflamasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap rangsangan berbahaya,
yang berfungsi menghilangkan rangsangan yang merusak serta memulai proses
penyembuhan. Inflamasi akut dimulai dengan pelepasan neutrofil, sel imun utama
yang berperan dalam mengatur dan memperkuat respon inflamasi. Namun,
inflamasi yang berlebihan atau berkepanjangan akan mengakibatkan terjadinya
komplikasi serius. Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS) seperti aspirin
merupakan terapi umum digunakan untuk mengatasi inflamasi, tetapi
penggunaannya dapat menyebabkan efek samping, seperti iritasi lambung,
nefrotoksisitas, dan hepatotoksisitas. Oleh karena itu, bahan alami seperti ekstrak
daun Calotropis gigantea, atau yang dikenal sebagai tanaman biduri dapat menjadi
alternatif karena kandungannya fitokimianya, seperti glikosida, alkaloid, flavonoid,
dan tanin, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan efek samping lebih rendah.
Berbagai studi telah menunjukkan bahwa daun tanaman Biduri memiliki aktivitas
anti inflamasi dan penyembuhan luka. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk
mengetahui kemampuan ekstrak daun biduri sebagai obat alternatif dari OAINS
dalam menurunkan jumlah neutrofil pada inflamasi akut dan subakut pada model
tikus inflamasi.
Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan post-test control
group design. Ekstrak daun biduri diuji dengan dosis 100 mg/Kg BB, 200 mg/Kg
BB, dan 300 mg/Kg BB secara in vivo pada tikus inflamasi yang diinduksi. Sampel
darah tikus diambil untuk dijadikan hapusan darah dan dihitung neutrofilnya pada
tiga titik waktu dalam sepuluh lapang pandang. Analisis data dilakukan dengan
metode Two-way Anova dan LSD untuk membandingkan efek antar kelompok
perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun biduri terbukti dapat
menurunkan jumlah neutrofil pada inflamasi akut dan subakut. Dosis 300 mg/Kg
BB memberikan penurunan neutrofil yang paling signifikan dibandingkan dengan
dosis lainnya. Efek ini dikaitkan dengan kandungan fitokimianya. Flavonoid dapat
menghambat enzim siklooksigenase (COX) dan lipoksigenase. Tannin, saponin,
dan fenolik dapat memediasi ekspresi sitokin proinflamasi seperti TNF-α, IL-1-
beta, dan IL-6. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu rendahnya
bioavailibilitas beberapa fitokimianya, seperti flavonoid, saponin, dan terpenoid
memiliki bioavailibilitas yang rendah, yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa pemberian
ekstrak daun biduri (Calotropis gigantea) dapat menurunkan jumlah sel neutrofil
pada inflamasi akut dan subakut pada model tikus inflamasi.
Description
Reuploud file repositori 2 april 2026_Firli
