Pengaruh Model Pembelajaran BBL Menggunakan Aplikasi Lectora Inspire pada Materi Sistem Sirkulasi Darah Manusia Terhadap Keterampilan Kolaborasi dan Hasil Belajar Siswa SMA
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran abad ke-21 tidak hanya berpusat pada penyebaran pengetahuan semata namun, keterampilan dan sikap pada pembelajaran abad ke-21 diperlukan bagi siswa untuk menghadapi dunia digital berkelanjutan dan sosial secara etis dan humanistik. Keterampilan tersebut dikenal dengan 4C yang terdiri dari critical thinking, collaboration, communication, dan creativity skills. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pendidikan abad 21, kajian dan inovasi pembelajaran yang efektif diperlukan. Salah satu keterampilan yang perlu ditingkatkan adalah keterampilan kolaborasi. Keterampilan kolaborasi sangat penting bagi setiap individu untuk dikembangkan, karena siswa perlu memiliki keterampilan tersebut dalam proses belajar untuk menunjang prestasi belajar siswa. Pembelajaran antara guru dan siswa sering terjadi permasalahan yaitu salah satunya kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran. Cara mengatasi kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran yaitu dapat dengan menerapkan Brain Based-Learning (BBL). Brain Based-Learning (BBL) merujuk kependekatan pembelajaran yang didasarkan pada pengetahuan tentang bagaimana otak manusia bekerja dan belajar, dimana model pembelajaran tersebut mengintegrasikan penelitian tentang neurosains dan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal bagi siswa. Dalam pembelajaran Brain-Based Learning, metode-metode yang melibatkan penggunaan berbagai indra, gerakan fisik, emosi, dan pengalaman nyata digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan retensi informasi. Tujuan utama dari Brain-Based Learning adalah untuk memaksimalkan potensi belajar siswa dengan memanfaatkan pemahaman tentang fungsi otak manusia. Brain Based Learning adalah dapat memaksimalkan potensi belajar siswa dengan memanfaatkan pemahaman tentang fungsi otak manusia (Zakaria et al., 2020). Model pembelajaran Brain-Based Learning menghindari proses belajar yang membuat siswa menjadi tertekan dan cemas, sebaliknya model ini melakukannya dengan cara yang menyenangkan dengan menggunakan rangkaian stimulasi visual, audio, dan kinestetik.Otak siswa benar aktif saat penerapan pembelajaran Brain Based Learning dapat dilihat dengan mengamati perilaku siswa, seperti siswa lebih terlihat aktif dalam berdiskusi dan tanya jawab, dan siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran.
Description
Reupload file repository 2 April 2026_Yudi
