Pola Asuh Orang Tua Pekerja Terhadap Kemandirian Sosial Anak Usia Dini di Lingkungan RT 18 Kelurahan Kotakulon, Kabupaten Bondowoso
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena orang tua pekerja yang
memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama
dalam fase usia dini yang merupakan masa krusial dalam pembentukan karakter
anak. Di lingkungan RT 18 Kelurahan Kotakulon, Kabupaten Bondowoso,
ditemukan beberapa anak yang mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial
karena kurangnya keterlibatan langsung orang tua. Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana gambaran pola asuh orang tua pekerja terhadap
kemandirian sosial anak usia dini?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua pekerja dan
kontrubusinya terhadap kemampuan sosial anak dalam aspek interaksi, komunikasi,
kerja sama, pengambilan keputusan, dan inisiatif. Manfaat penelitian ini diharapkan
dapat memberikan wawasan teoritis bagi penelitian sejenis dan manfaat praktis bagi
orang tua serta pengasuh anak usia dini dalam menerapkan pola pengasuhan yang
lebih adaptif.
Secara teori, penelitian ini mengacu pada konsep pola asuh menurut
Hurlock (dalam Lubis, 2022) yang membagi menjadi tiga jenis utama: demokratis,
otoriter, dan permisif. Ketiga jenis pola asuh tersebut memiliki pengaruh yang
berbeda terhadap perkembangan sosial anak, khususnya dalam membentuk
kemandirian sosial yang meliputi kemampuan interaksi, komunikasi, kerja sama,
mengambil keputusan, dan inisiatif. Kemandirian sosial sendiri didefinisikan
sebagai kemampuan anak untuk berinteraksi dan bertindak secara mandiri dalam
lingkungan sosialnya (Havigrhurst dalam Khairunnisa et al., 2019) . Lokasi
penelitian dipilih secara purposive area di RT 18, Kelurahan Kotakulon, Kabupaten
Bondowoso. Informan terdiri dari tiga orang tua pekerja dan tiga wali asuh.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang
tua pekerja di lingkungan RT 18 Kelurahan Kotakulon bersifat bervariasi, dengan
kecenderungan dominan pada pola asuh demokratis. Pola ini ditunjukkan melalui
komunikasi terbuka, pelibatan anak dalam pengambilan keputusan sederhana, serta
pendampingan yang mendorong keterlibatan sosial anak. Namun, dalam kondisi
tertentu, ditemukan pula unsur pola asuh otoriter, seperti ketegasan dan tuntutan
kepatuhan, serta unsur permisif yang muncul ketika anak diasuh oleh wali atau saat
orang tua kelelahan. Anak-anak dari pola pengasuhan demokratis menunjukkan
perkembangan dalam interaksi dan komunikasi, mulai menunjukkan kemampuan
dalam kerja sama dan pengambilan keputusan, serta mulai menumbuhkan inisiatif
meskipun masih belum konsisten. Sementara itu, anak yang diasuh secara otoriter
cenderung kurang aktif dalam komunikasi dan pengambilan keputusan, namun
tetap memperlihatkan inisiatif sosial seperti membantu orang lain. Perbedaan ini
dipengaruhi oleh kualitas keterlibatan orang tua, konsistensi dalam pola asuh, serta
peran pengasuh pengganti dalam keseharian anak.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pola asuh
demokratis yang diterapkan secara konsisten cenderung mendukung sebagian besar
aspek kemandirian sosial anak usia dini. Namun demikian, belum semua aspek
berkembang secara merata. Sementara itu, pola asuh otoriter dan kemunculan unsur
permisif memiliki keterbatasan tertentu, terutama dalam mendukung komunikasi,
inisiatif, dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan
wali asuh untuk menjaga keselarasan dalam pengasuhan agar anak dapat tumbuh
dengan lebih mandiri secara sosial.
Description
Reuploud file repositori 1 april 2026_Firli
