Pra-Rancangan Pabrik Fenol dari Sekam Padi dengan Proses Fast Pyrolysis Kapasitas 24.000 Ton/Tahun

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Fenol (C6H6O) merupakan senyawa kimia penting yang digunakan secara luas dalam berbagai industri, seperti produksi resin, pestisida, farmasi, dan bahan kimia lainnya. Kebutuhan fenol di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, namun hingga saat ini belum terdapat produsen fenol dalam negeri sehingga seluruh kebutuhan masih dipenuhi melalui impor. Untuk mengurangi ketergantungan impor dan mendukung keberlanjutan industri kimia nasional, diperlukan pengembangan pabrik fenol berbasis biomassa. Sekam padi dipilih sebagai bahan baku utama karena merupakan limbah pertanian yang melimpah dan mengandung lignin tinggi, yang berpotensi menghasilkan senyawa fenolik melalui proses termokimia. Pabrik fenol ini dirancang dengan kapasitas 24.000 ton/tahun dan waktu operasi 330 hari/tahun. Proses produksi menggunakan metode fast pyrolysis dengan bantuan katalis ZSM-5, yang mampu meningkatkan selektivitas terhadap pembentukan fenol. Lokasi pabrik direncanakan di Desa Haurkolot, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Setiap jam, pabrik ini dapat memproduksi sekitar 3.030,3 kg fenol sebagai produk utama, serta menghasilkan produk samping berupa bio-oil dan bio-char. Kebutuhan bahan baku sekam padi diperkirakan sebesar 117.998,73 ton/tahun, yang dapat diperoleh dari sisa penggilingan padi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Proses produksi terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu persiapan bahan baku, reaksi pirolisis dalam reaktor fluidized bed, dan pemurnian produk. Utilitas utama meliputi penyediaan air, listrik, bahan bakar, gas nitrogen, serta sistem pendingin dan pengolahan limbah. Pabrik ini dirancang dalam bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff dan mempekerjakan sebanyak 169 orang tenaga kerja. Berdasarkan hasil analisis kelayakan ekonomi, pabrik ini dinyatakan layak dengan nilai Pay Out Time (POT) selama 1,4 tahun, Rate of Return Investment (ROR) sebesar 69,37%, dan Break Even Point (BEP) sebesar 50%. Dengan pendirian pabrik ini, diharapkan dapat mendukung pengurangan impor fenol, meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian, serta mendukung transisi menuju industri kimia hijau yang berkelanjutan di Indonesia.

Description

Reupload File Repositori 31 Maret 2026_Maya/Lia

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By