Pergeseran Penggunaan Bahasa Megelen pada Masyarakat Banyumasan di Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Bahasa pertama yang umumnya dipelajari masyarakat Indonesia adalah bahasa daerah. Memandang pentingnya bahasa daerah, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tahun 1953 menerbitkan aturan yang mewajibkan proses pendidikan anak menggunakan bahasa daerah (Alwasilah, 1993:154). Salah satu alasan yang menjadi pertimbangan diterbitkannya aturan tersebut adalah secara sosiologis bahasa daerah merupakan alat identifikasi antaranggota kelompok masyarakat itu sendiri. Keadaan masyarakat Indonesia yang multilingual memungkinkan terjadinya kontak bahasa. Digunakannya beberapa variasi bahasa oleh suatu kelompok masyarakat akan menciptakan persaingan antarbahasa, yang kemudian menyebabkan suatu bahasa tergeser atau menggeser bahasa lain. Pergeseran bahasa merupakan akibat dari pilihan bahasa dalam waktu cukup lama, dan dilakukan oleh seluruh anggota kelompok sosial. Pergeseran bahasa biasa terjadi pada masyarakat multibahasa, sepertihalnya masyarakat Banyumasan di Desa Jatimulyo yang kini mulai meninggalkan bahasa kelompoknya, yakni bahasa Megelen dan beralih menggunakan bahasa Jawa dialek Jember. Fenomena pergeseran bahasa Megelen oleh masyarakat Banyumasan di Desa Jatimulyo diduga disebabkan oleh sedikitnya jumlah penutur bahasa Megelen dan rendahnya nilai prestise bahasa Megelen. Penelitian ini dilaksanakan guna mendeskripsikan fenomena pergeseran bahasa Megelen pada masyarakat Banyumasan di Desa Jatimulyo dan faktor-faktor penyebabnya. Penelitian terhadap bahasa Megelen di Desa Jatimulyo dilakukan dengan metode kualitatif. Pergeseran bahasa Megelen diuraikan berdasarkan sudut

Description

reupload file repositori 31 maret 2026_kurnadi/hendra

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By