Pola Pemberian Makan oleh Ibu Kepada Balita Stunting di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Stunting masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat yang serius di
Indonesia, termasuk di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi
kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Salah satu faktor penting yang
berkaitan langsung dengan stunting adalah pola makan. Penelitian ini bertujuan
untuk menggambarkan dan menganalisis pola pemberian makan oleh ibu kepada
balita stunting, berdasarkan tiga komponen utama pola makan: jenis makanan,
jumlah makanan, dan jadwal makan. Selain ketiga komponen utama tersebut,
penelitian ini juga menganalisis faktor perilaku ibu menggunakan teori WHO
(1984) tentang perilaku kesehatan, yang mencakup pemikiran dan perasaan
(thoughts and feelings), acuan pribadi (personal references), sumber daya
(resources), dan budaya (culture).
Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melibatkan informan
Informan kunci seorang bidan yang bekerja di wilayah Desa Panduman, Kecamatan
Jelbuk, Kabupaten Jember. Informan utama yakni ibu yang memiliki balita dengan
status stunting. Pemilihan informan utama dilakukan secara purposive sampling
dengan kriteria mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, bersedia menjadi
informan, dan dapat mengikuti wawancara mendalam. Sebanyak sepuluh ibu yang
memenuhi kriteria tersebut dilibatkan dalam penelitian ini. Selain itu, informan
tambahan juga disertakan untuk melengkapi data penelitian merupakan anggota
keluarga yang tinggal serumah dengan balita dan turut berperan dalam
memperhatikan serta membantu pola makan anak. Ketiga jenis informan ini
memberikan kontribusi penting dalam memperoleh data yang kaya dan mendalam
mengenai pola makan balita stunting.
Jenis makanan yang dikonsumsi beragam dengan asupan karbohidrat,
protein, dan serat serta vitamin, namun tidak selalu diterapkan sehari-hari. Jumlah
makanan yang dikonsumsi balita belum sesuai dengan pedoman yang dianjurkan
Kementerian Kesehatan. Para ibu cenderung memberikan makanan berdasarkan
perkiraan atau sampai anak merasa kenyang, tanpa mengetahui takaran yang sesuai
untuk usia balita. Hal ini memperbesar risiko terjadinya stunting karena asupan
energi dan nutrisi tidak memadai untuk menunjang pertumbuhan. Mayoritas ibu
dalam penelitian ini sudah memenuhi Jadwal makan yang dianjurkan, yaitu makan
utama tiga kali dan satu sampai dua kali camilan dalam sehari. Namun,
permasalahan muncul dalam jenis camilan yang diberikan, yang sebagian besar
berupa makanan tidak sehat seperti jajanan kemasan, sosis, dan kerupuk. Camilan
ini tergolong rendah gizi dan tinggi gula atau garam, yang justru berpotensi
memperburuk status gizi anak.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pola makan yang diterapkan
ibu kepada balita stunting di Desa Panduman belum sepenuhnya sesuai dengan
prinsip gizi seimbang. Jenis makanan yang diberikan sebagian besar masih terbatas,
jumlah makanan belum sesuai dengan kebutuhan balita, dan Jadwal makan belum
selalu dibarengi dengan pilihan camilan yang sehat. Pengetahuan yang kurang serta
pengaruh sosial dan ekonomi menjadi hambatan utama dalam penerapan pola
makan yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi berkelanjutan yang
tidak hanya menyentuh aspek pengetahuan ibu, tetapi juga memperhatikan kondisi
sosial ekonomi, kearifan lokal, dan kebiasaan masyarakat setempat. Peningkatan
kesadaran ibu akan pentingnya pola makan sehat yang terdiri dari jenis, jumlah, dan
Jadwal makan yang tepat merupakan langkah penting dalam upaya menurunkan
angka stunting di wilayah ini.
Description
Reuploud file repositori 17 maret 2026_Firli
