Preferensi Konsumen terhadap Inovasi Produk Stik Ikan Lempuk dengan Penambahan Pewarna Alami Bunga Telang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Ikan lempuk merupakan ikan endemik yang hidup di Danau Ranu Grati,
Kabupaten Pasuruan, dan memiliki potensi tinggi sebagai sumber protein hewani
lokal. Pemanfaatan ikan lempuk hingga saat ini masih terbatas pada olahan
tradisional seperti lempuk krispi, pepes, kerupuk, dan sambal, yang belum
dikembangkan secara inovatif dalam produk camilan modern. Bunga telang
menjadi salah satu komoditas lokal yang melimpah dan kaya senyawa aktif,
terutama antosianin yang berfungsi sebagai pewarna alami. Produk stik yang
beredar di pasaran umumnya hanya berperan sebagai camilan ringan dengan
kandungan nutrisi yang rendah. Inovasi produk stik berbahan dasar ikan lempuk
dan bunga telang diharapkan mampu meningkatkan nilai gizi, daya tarik visual,
serta nilai jual produk lokal yang belum optimal.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk menguji
karakteristik kimia dan preferensi sensoris dari stik inovatif yang diformulasikan
dengan berbagai kombinasi ekstrak ikan lempuk dan bunga telang. Analisis nutrisi
meliputi uji kadar protein, kadar air, dan kadar abu tidak larut asam yang dianalisis
menggunakan metode ANOVA dengan bantuan perangkat lunak SPSS Statistik
22. Penilaian preferensi konsumen dilakukan menggunakan metode konjoin untuk
mengetahui nilai kepentingan dari dua atribut utama, yaitu tingkat penambahan
ekstrak ikan lempuk dan tingkat pewarnaan bunga telang. Responden terdiri dari
mahasiswa dan masyarakat umum yang menilai sampel berdasarkan atribut warna,
aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste.
Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi karakteristik kimia dan
sensoris pada produk stik yang mengandung ekstrak ikan lempuk dan bunga telang Peningkatan kadar ekstrak ikan lempuk terbukti meningkatkan kandungan protein
secara signifikan, sedangkan penambahan bunga telang meningkatkan kadar air
dan kadar abu tidak larut asam karena kandungan senyawa aktif dan mineralnya.
Formulasi P6 (20% lempuk + 20% telang) menghasilkan nilai tertinggi pada kadar
protein, air, dan abu, namun tidak menjadi pilihan favorit konsumen. Formulasi P4
(20% lempuk tanpa bunga telang) justru menjadi yang paling disukai oleh
responden berusia 18–25 tahun, karena memiliki rasa, tekstur, dan aftertaste
terbaik. Formulasi ini juga memiliki skor organoleptik tertinggi: warna (4,93),
tekstur (4,08), rasa (4,04), aftertaste (4,15), dan aroma (4,93), dengan kandungan
protein yang cukup tinggi (11,7316 mg/100 g) dan harga jual terjangkau
(Rp21.000), sehingga dinilai sebagai komposisi paling optimal.
Description
Reupload file repository 27 Maret 2026_Maya
