Show simple item record

dc.contributor.authorSiswanto
dc.date.accessioned2014-06-27T02:13:08Z
dc.date.available2014-06-27T02:13:08Z
dc.date.issued2014-06-27
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/57855
dc.description.abstractProduksi kopi desa Mulyorejo Kecamatan Silo secara kuantitas cukup besar akan tetapi secara kualitas masih kurang memuaskan karena sebagian besar masuk dalam katagori C sehingga harga jualnya lebih rendah dari katagori A dan B. Rendahnya kualitas ini diakibatkan karena tipisnya tanah tutupan, kurangnya unsur hara dan kurangnya pasokan pupuknya. Harga pupuk di daerah ini relatif lebih mahal karena medan yang sangat sulit untuk dicapai menggunakan kendaraan biasa. Sementara itu, limbah kulit biji kopi dan limbah rumah tangga di desa ini cukup melimpah sehingga membuka peluang untuk digunakan sebagai pupuk organik sebagai pengganti pupuk yang ada. Metode yang digunakan dalam keviatan IbM ini adalah desain dan rancang bangun komposter, uji coba, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat agar mampu secara mandiri membuat pupuk organik dari limbah kopi dan limbah rumah tangga sehingga dapat memenuhi kebutuhan pupuk, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteran masyarakat. Dalam kegiatan IbM ini, telah berhasil dilakukan rangcang bangun komposter padat (keranjang takakura) dan komposter cair yang sesuai untuk bahan limbah kulit kopi dan limbah rumah tangga. Komposter-komposter tersebut kemudian diuji dan berhasil mengubah bahan berupa limbah kulit kopi dan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik padat dan cair dalam waktu 3-4 minggu. Hasil ujicoba telah dipamerkan dalam acara Gelar Produk Festival Tegal Boto. Untuk menstimulus mengaplikasikan teknologi ini maka telah diserahkan 60 keranjang takakura dan 20 komposter cair beserta perlengkapannya kepada Mitra IbM. Sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan teknologi tepat guna pembuatan pupuk organik padat dan cair pada Mitra IbM sehingga warga Mulyorejo mampu mengaplikasikan teknologi tersebut dengan bahan baku limbah kulit kopi. Introduksi teknologi tepat guna pembuatan pupuk organik dari limbah kulit biji kopi dan limbah rumah tangga mampu meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat desa ini dalam hal pemenuhan kebutuhan pupuk untuk produksi kopi. Hal ini menjadi langkah awal peningkatan kualitas kopi dan nilai jual di sentra produksi kopi Kabupaten Jember, dan diharapkan menjadi ikon baru ”Go Organic”.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.subjectProduksi kopi desa Mulyorejo Kecamatan Silo secara kuantitas cukup besar akan tetapi secara kualitas masih kurang memuaskan karena sebagian besar masuk dalam katagori C sehingga harga jualnya lebih rendah dari katagori A dan B. Rendahnya kualitas ini diakibatkan karena tipisnya tanah tutupan, kurangnya unsur hara dan kurangnya pasokan pupuknya. Harga pupuk di daerah ini relatif lebih mahal karena medan yang sangat sulit untuk dicapai menggunakan kendaraan biasa. Sementara itu, limbah kulit biji kopi dan limbah rumah tangga di desa ini cukup melimpah sehingga membuka peluang untuk digunakan sebagai pupuk organik sebagai pengganti pupuk yang ada. Metode yang digunakan dalam keviatan IbM ini adalah desain dan rancang bangun komposter, uji coba, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat agar mampu secara mandiri membuat pupuk organik dari limbah kopi dan limbah rumah tangga sehingga dapat memenuhi kebutuhan pupuk, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteran masyarakat.en_US
dc.titleIBM PEMANFAATAN LIMBAH KOPI DAN RUMAH TANGGA SEBAGAI PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN NILAI JUAL KOPI MULYOREJO MENUJU KOPI ORGANIKen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record