Kuat Lentur dan Ketahanan Termal Biokomposit Bermatriks Polylactic Acid dengan Penguat Serat Ampas Tebu
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh banyaknya penggunaan
plastik mengharuskan adanya inovasi yang dilakukan untuk mengatasinya.
Biokomposit hadir sebagai pengganti plastik yang ramah lingkungan. Penggunaan
serat alam yang tersedia secara melimpah dan terbarukan membuat material ini
banyak diteliti. Serat tebu merupakan serat alam dengan kandungan selulosa tinggi
sehingga dapat digunakan sebagai penguat biokomposit. Terdapat beberapa
pengoptimalan aplikasi pada serat untuk menunjang kualitasnya sebagai bahan
biokomposit. Perlakuan alkalisasi dilakukan untuk memaksimalkan kandungan
selulosa demi mengurangi kandungan lignin, hemiselulosa, dan pengotor lainnya.
Larutan NaOH dengan konsentrasi 0%, 4%, 6%, dan 8% digunakan untuk meninjau
sifat mekanik dan termal dari biokompit. Proses fabrikasi dilakukan dengan
membuat filamen menggunakan komposisi 2% serat alam dan 98% PLA. Filamen
yang dihasilkan digunakan dalam proses 3D print untuk menghasilkan spesimen uji
bending. Variasi NaOH 6% memiliki kekuatan lentur terbaik sebesar 45,62 MPa
dan memiliki ketahanan termal terbaik daripada variasi yang lain. Hal ini terjadi
karena ikatan dan adhesi serat dan matriks yang baik sehingga transfer tegangan
terdistribusi secara merata. Variasi NaOH 8% memiliki nilai modulus dan
regangan terbaik sebesar 6808,12MPa dan 101,27mm membuat material ini bersifat
paling elastis dan lentur. Sifat mekanik maupun termal yang dihasilkan dari seluruh
variasi sangat bergantung pada metode dan parameter yang digunakan. Ketika
parameter perlakuan alkalisasi dan metode fabrikasi komposit berbeda maka tidak
menutup kemungkinan bahwa sifat dari material yang dihasilkan juga berbeda.
Description
Reupload Repository Maya 25 Maret 2026
