Konstruksi Kesadaran Buruh Tentang Hak Buruh ( Studi Peran FSPMI dalam Gerakan buruh di Pasuruan)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Aksi demo yang dilakukan oleh buruh merupakan representasi dari kepentingan buruh, yang mana dalam setiap pelaksanaan aksi selalu mengusung isu dan tuntutan tertentu. Tuntutan tersebut berkaitan hak-hak buruh seperti hak upah, hak berserikat, hak jaminan sosial dan lain sebagainya. Aksi demo yang dilakukan oleh buruh FSPMI yakni untuk menuntut dan memperjuangkan hak-hak buruh. FSPMI selaku serikat pekerja memiliki tanggung jawab sosial untuk membawa kehidupan buruh keaarah yang lebih baik. FSPMI tidak hanya memobilisir buruh untuk melakukan aksi, melainkan juga membangun kesadaran buruh. Pembangunan kesadaran tersebut kaitannya dengan hak-hak yang harus diterima buruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses konstruksi kesadaran buruh tentang hak buruh, yang dilakukan oleh organisasi serikat buruh FSPMI. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Menurut Berger dan Luckmann kehidupan sehari-hari individu tidak terlepas dari realitas obyektif dan realitas subyektif. Kenyataan hidup sehari-hari tampaknya sudah diobyektifasi. Artinya, sudah dibentuk oleh suatu tatanan obyek-obyek yang sudah diberi nama sejak sebelum individu lahir, kenyataan hidup sehari-hari itu selanjutnya menghadirkan diri kepada individu sebagai suatu dunia intersubyektif, intersubyektif ini membedakan dengan tajam kehidupan sehari-hari dari kenyataan-kenyataan lain yang individu sadari (Berger dan Luckmann 1990 :3233). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan konstruktivisme, dengan obyek penelitian organisasi serikat buruh FSPMI Pasuruan. Informan dalam penelitian ini adalah buruh yang tergabung dengan serikat pekerja FSPMI, yang mana buruh tersebut juga terlibat dalam pelaksanaan aksi, selain ini informan juga dari buruh yang memiliki jabatan tertentu di Serikat Pekerja FSPMI. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dilakukan uji keabsahan data dengan metode trianggulasi. Selanjutnya dilakukan analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, pengkategorisasian data menjadi persubbab, kemudian dilakukan penafsiran data dengan teori yang sesuai, untuk kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat proses pembangunan kesadaran dalam serikat pekerja FSPMI. Proses pembangunan kesadaran buruh tentang hak buruh tersebut dilaksanakan melalui pendidikan, buruh diberi pemahaman melalui forum diskusi. Melalui pendidikan, buruh mendapatkan distribusi pengetahuan terkait apa saja hak-hak buruh. Kunci dari FSPMI adalah pendidikan, buruh diberi pemahaman melalui program pendidikan, yang mana dari pemahaman tersebut diharapkan mampu menciptakan kesadaran kritis bagi buruh. FSPMI bahkan menyusun silabus dan pedoman kurikulum untuk menunjang keberhasilan program tersebut. Proses konsruksi kesadaran buruh dilakukan FSPMI melalui pendidikan, hal ini dikarenakan kesadaran buruh dipengaruhi oleh kadar pengetahuannya. Pengetahuan ini berperan penting dalam membentuk kesadaran buruh, yang mana ketika buruh mengetahui dan memahami akan hak-hak nya, maka buruh akan memiliki kesadaran kritis terhadap realitas yang dihadapinya. Program pendidikan dan pelatihan tersebut berada pada semua tingkatan, dari yang tingkatan PUK, PC, ataupun KC. Masing-masing tingkatan memiliki hak dan kewenangan untuk melaksanakan pendidikan, hal ini menyesuaikan terhadap isu dan tema yang diangkat.

Description

reupload file repositori 26 maret 2026_kurnadi/hendra

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By