Efek Pemberian Akut Klorpirifos Dosis Rendah terhadap Kadar Kreatinin dan Histopatologi Ginjal Tikus Wistar Jantan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris mayoritas bekerja sebagai petani dan tidak luput dari penggunaan pestisida. Faktor - faktor tertentu mendorong petani untuk menggunakan pestisida secara berlebihan yang dapat meninggalkan residu di lingkungan. Klorpirifos adalah insektisida dari golongan organofosfat spektrum luas yang paling banyak digunakan dan bersifat toksik bagi organisme. Data European Food Safety Authority (EFSA) menunjukkan klorpirifos sebagai salah satu pestisida yang paling banyak terdeteksi dosisnya di atas batas minimum residu (BMR) pada makanan. Klorpirifos okson sebagai salah satu hasil metabolit klorpirifos dapat menginduksi pembentukan radikal bebas dan perubahan aktivitas antioksidan seluler yang dapat menimbulkan kondisi stres oksidatif. Ginjal sebagai organ ekskresi utama senyawa klorpirifos rentan terkena dampak buruk tersebut, baik secara fungsi maupun struktur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek pemberian klorpirifos berdosis rendah secara akut terhadap kadar kreatinin dan histopatologi ginjal. Penelitian ini adalah penelitian true experimental dengan desain penelitian posttesst only control group pada 12 ekor tikus wistar (Rattus novergicus) jantan yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (KK) yang diberikan normal saline (+5% tween 20) dosis 5 mg/kgBB/hari dan kelompok perlakuan (KP) klorpirifos (+5% tween 20) dosis 5 mg/kgBB/hari secara per oral selama 7 hari. Terminasi menggunakan ketamin 50 mg/kgBB dan xylazine 5 mg/kgBB diinjeksikan intraperitoneal untuk mengambil darah secara intrakardiak dan organ ginjal. Pengukuran kadar kreatinin menggunakan metode Jaffe. Preparat gninjal diwarnai dengan Hematoksilin-Eosin. Pengamatan histopatologi menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400x. Analisis data kreatinin dan histopatologi ginjal menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kreatinin pada kelompok perlakuan jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan kadar kreatinin dari setiap sampel kelompok perlakuan melebihi nilai normal. Skor histopatologi ginjal pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang menunjukkan kerusakan struktur ginjal yang lebih parah pada kelompok perlakuan. Hasil uji Mann Whitney untuk variabel kadar kreatinin dan histopatologi ginjal didapatkan nilai signifikansi 0,002 dan 0,015 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa perbedaan kadar kreatinin dan skor histopatologi ginjal dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian akut klorpirifos dosis rendah memberikan efek berupa peningkatan kadar kreatinin hingga melebihi nilai normal serta memperparah histopatologi ginjal tikus wistar jantan

Description

Reupload Repository Maya 25 Maret 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By