Karakterisasi Tanaman Padi BC3F2 Hasil Persilangan Tanaman Padi Varietas Inpari 42 dan Merah Wangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tanaman padi merupakan tanaman serealia yang banyak dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Varietas padi yang unggul masih terus dilakukan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan pangan, salah satunya varietas padi aromatik yang banyak digemari oleh konsumen. Aroma khas padi dihasilkan oleh senyawa 2-acetyl-1-pyrroline (2AP), senyawa tersebut terbentuk karena mutasi dari gen BADH2. Varietas padi lokal aromatik yang telah dirilis di Indonesia, seperti Merah Wangi umumnya memiliki produktivitas rendah, berumur dalam, serta tinggi tanaman yang tergolong sedang hingga tinggi. Padi Inpari 42 merupakan salah satu varietas unggul baru yang memiliki beberapa keunggulan, yakni umur panen tidak lebih dari 112 hari dan produktivitas yang dapat mencapai 10,58 ton/ha, sehingga varietas ini dipilih untuk digunakan dalam penelitian ini. Oleh karena itu, dilakukan Marker Assisted Backcross Breeding (MABB) atau persilangan balik berbantu marka antara Inpari 42 dan Merah Wangi yang diharapkan menghasilkan padi varietas aromatik baru dengan membawa karakteristik seperti tetua pemulih, yakni Inpari 42.
Metode Marker Assisted Backcross Breeding (MABB) dapat dilakukan dengan waktu lebih cepat dan akurat dengan menggunakan bantuan penanda molekular atau MAS (Mark Assisted Selection) yang dapat digunakan untuk menyeleksi gen atau segmen kromosom tertentu lebih awal, di mana gen tersebut akan mempengaruhi fenotip yang diinginkan ada pada tanaman yang dikehendaki. Marka Bradbury merupakan jenis marka yang digunakan untuk mendeteksi mutasi gen BADH2, yang memproduksi aroma pada padi aromatik. Analisis genotip aromatik dari generasi BC3F2 menghasilkan 16 tanaman termutasi homozigot, 58 tanaman termutasi heterozigot, dan 27 tanaman homozigot tidak termutasi. Analisis parameter dari tanaman BC3F2 yang menunjukkan mulai homogen, yakni pada parameter tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah gabah per malai, serta bobot gabah per rumpun. Analisis parameter dari tanaman BC3F2 yang menunjukkan masih heterogen, yakni pada parameter jumlah anakan total dan produktif, panjang malai, persentase gabah hampa, dan bobot 1000 gabah. Fenotip berupa aroma khas pandan juga dapat ditampakkan oleh tanaman BC3F2 yang memiliki alel homozigot termutasi BADH2.
Description
Reupload file repositori 12 Maret 2026_Maya
