Efisiensi Waktu Retensi Hidrolik Dengan Penambahan Koagulan Pac Pada Sistem Sequencing Batch Reactor (Sbr) Dalam Penyisihan Cod Limbah Cair Karet

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Industri karet di Indonesia merupakan sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Di balik perkembangannya, industri ini menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar. Limbah tersebut mengandung senyawa organik seperti COD dalam konsentrasi tinggi. Jika tidak diolah, limbah ini dapat mencemari lingkungan perairan secara serius. Untuk itu, dibutuhkan teknologi pengolahan limbah yang efisien dan berkelanjutan guna menurunkan kadar COD. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan koagulan poly aluminium chloride (PAC) dalam sistem sequencing batch reactor (SBR). Penelitian juga menganalisis pengaruh variasi waktu retensi hidrolik (HRT) terhadap efisiensi penyisihan COD. Metode yang digunakan melibatkan sistem SBR skala laboratorium dengan air limbah karet berasal dari PT X. HRT divariasikan selama 8 dan 9 jam, sedangkan aerasi selama 4 dan 6 jam. Dosis PAC ditetapkan sebesar 20 mg/L pada perlakuan tertentu. Parameter utama yang diukur adalah kadar COD sebelum dan sesudah pengolahan. Data dianalisis menggunakan efisiensi penyisihan dan uji regresi linier. Hasil menunjukkan bahwa PAC meningkatkan efisiensi penyisihan COD secara signifikan. Kombinasi optimal terjadi pada HRT 9 jam dan aerasi 6 jam. Pada kondisi tersebut, penurunan COD mencapai 92,7%. Perlakuan tanpa PAC hanya menyisihkan sekitar 50% pada kondisi yang sama. Uji regresi menunjukkan nilai p HRT sebesar 0,000281 dan PAC sebesar 2,41 × 10⁻¹⁷. HRT dan PAC berpengaruh signifikan terhadap penurunan COD limbah. Dengan demikian, sistem SBR dan PAC efektif diterapkan untuk pengolahan limbah cair industri karet.

Description

Reaploud Repository 25 Maret_agus

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By