Pengaruh Penambahan Biofertilizer Dan Biochar Sebagai Media Tanam Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kacang hijau (Vigna radiata L.) memiliki kandungan gizi tinggi sehingga potensial sebagai pemenuh kebutuhan gizi. Rata-rata produktivitas kacang hijau secara nasional sepanjang tahun 2014-2018 sebesar 1,17 ton/ha sedangkan rata-rata hasil kacang hijau varietas unggul dapat mencapai 1,80 ton/ha dan potensi hasil 2,44 ton/ha. Penurunan produktivitas ini diduga disebabkan oleh praktik budidaya yang kurang tepat, salah satunya pemberian pupuk yang kurang optimal. Peningkatan produksi kacang hijau dapat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan unsur hara terutama N dan P untuk meningkatkan produksi. Pemenuhan unsur hara tersebut salah satunya dilakukan dengan pengaplikasian pupuk hayati (biofertilizer) dengan kombinasi biochar sebagai pembenah tanah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh faktor tunggal perlakuan biofertilizer dan biochar serta interaksi biofertilizer dengan biochar terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Alat yang digunakan adalah cawan petri, jarum ose, spuit, timbangan analitik, polybag, penggaris, gembor, cangkul, sekop, karung, timba, dan drum. Bahan yang digunakan yaitu benih kacang hijau varietas Vima-2 didapatkan dari Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian (BALITKABI); sekam padi; tanah steril; pupuk (Urea, TSP, dan KCL); dan mikroba yang digunakan sebagai biofertilizer terdiri atas : Bakteri pemfiksasi N (Rhizobium sp.) dan bakteri pelarut fosfat (Pseudomonas sp.). Penelitian dilaksanakan di Green House Bintoro dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, terdiri dari 2 faktor, 4 taraf, dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu dosis bakteri pada biofertilizer terdiri dari kontrol (tanpa biofertilizer) (B0); biofertilizer 20 mL (B1); biofertilizer 30 mL (B2); dan biofertilizer 64 mL (B3). Faktor kedua yaitu dosis biochar terdiri dari kontrol (tanpa biochar) (D0); biochar 8 gram (D1); biochar 20 gram (D2); dan biochar 32 gram (D3). Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah bintil akar, jumlah polong, berat kering biji, berat 100 biji, berat kering tanaman, kemasaman tanah (pH), C-organik, N-Total, P-Tersedi, dan kuantitas bakteri. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi berbeda nyata antara kombinasi perlakuan pada variabel panjang akar, jumlah bintil akar, dan berat kering tanaman. Sedangkan untuk pengaruh faktor tunggal biofertilizer terdapat pengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah bintil akar, jumlah polong, berat kering biji, berat 100 biji dan berat kering tanaman. Selain itu faktor tunggal biochar memiliki pengaruh nyata terhadap variebel jumlah daun, jumlah bintil akar, jumlah polong, berat kering biji, berat 100 biji dan berat kering tanaman, sementara itu tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat kering biji.
Description
Reupload Repositori File 17 Maret 2026_Kholif Basri
