Analisis Korelasi Keragaman Vegetasi Terhadap Burung Insektivora Pada Beberapa Tipe Agroforestri Berbasis Kopi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Sistem agroforestri berbasis kopi merupakan salah satu sistem agroforestri yang memiliki tanaman beragam dan bertujuan mendukung layanan ekosistem termasuk peningkatan keragaman burung insektivora. Keragaman burung insektivora di lahan agroforestri kopi memiliki peluang dalam membantu pengendalian hama kopi. Penelitian dilaksanakan dengan metode purposive sampling pada lingkar radius point count 20 m dan tidak beririsan antar titik. Pengamatan dilakukan dengan observasi pada titik sampel yang telah ditentukan pagi hari pukul 06.00-08.00 WIB dengan durasi 20 menit di masing-masing titik dengan metode scanning yang dilakukan oleh dua hingga empat orang. Pengamatan burung insektivora berdasarkan aktivitasnya ketika berkicau, terbang maupun bertengger. Selain itu, penelitian juga melakukan analisis keragaman vegetasi pohon naungan dengan metode kuadrat 10 m x 10 m dan vegetasi bawah 1 m x 1 m. Hasil penelitian ditabulasi dan dianalisis dengan menghitung nilai indeks nilai penting (INP) dan keanekaragaman (H’). Kemudian dilakukan analisis korelasi dengan menggunakan Uji Korelasi Pearson.
Hasil analisis menunjukkan nilai INP burung insektivora tertinggi pada Pace dan Sukosari adalah Walet Linchi (Collocalia linchi) dengan nilai sebesar 32,78% dan 31,34%. Dominasi oleh Walet Linchi dikarenakan lingkungan yang mendukung meliputi banyaknya pohon besar seperti Ficus yang menyediakan serangga terbang. Kemudian pada Desa kaliwining diperoleh INP tertinggi adalah Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster) sebesar 40,78%. Burung Cucak Kutilang merupakan burung yang termasuk ke dalam burung urban atau banyak ditemukan di kawasan permukiman karena kemampuan mereka untuk beradaptasi. Kemudian juga diperoleh data INP vegetasi pohon pada masing-masing lokasi, yaitu pada lokasi Desa Pace (Sengon=146,35%), Desa Sukorejo (Kopi=96,65%), dan Desa Kaliwining (Kopi=95,4%). Pohon Sengon dan Pohon Kopi mendominasi pada ke tiga tempat tersebut karena memang dilakukan penanaman tanaman tersebut dengan fungsi sebagai tanaman utama (Kopi) dan penaung (Sengon). Kemudian diperoleh data nilai INP vegetasi bawah tertinggi pada masing- masing lokasi
yaitu Desa Pace (Sirih Cina=64,17%), Desa Sukorejo (Jotang Kuda=36,42%) dan Desa Kaliwining (Rumput Bambu=53,88%). Peran dari ketiga tumbuhan bawah tersebut adalah menjadi gulma dan memiliki sifat adaptif tinggi dan perkembangbiakan yang cepat. Hasil analisis indeks keanekaragaman (H') burung insektivora di masing-masing lokasi antara lain: Desa Pace (H'=2,42), Desa Sukorejo (H'=2,70), dan Desa Kaliwining (H'=1,78). Hasil tersebut menunjukkan bahwa keragaman burung di ketiga lokasi menunjukkan keragaman sedang, jumlah spesies burung yang ditemukan beragam, tetapi tidak terlalu tinggi atau rendah. Kemudian juga didapatkan H' pohon pada masing-masing lokasi, yaitu: Desa Pace (H'=0,94), Desa Sukorejo (H'=1,11) dan Desa Kaliwining (H'=1,3). Hasil tersebut menunjukkan bahwa keragaman vegetasi pohon di Desa Pace sangat terbatas. Kemudian juga didapatkan nilai H' tanaman bawah pada ketiga lahan pengamatan, yaitu: Desa Pace (H'=1,58), Desa Sukorejo (H'=2,0), dan Desa Kaliwining (H'=1,7). Keanekaragaman yang sedang dapat dikarenakan adanya beragam jenis spesies tanaman yang tumbuh, namun masih terdapat beberapa spesies yang mendominasi. Berdasarkan Analisis Korelasi Pearson yang mengkorelasikan antara H’ vegetasi pohon dan H’ vegetasi bawah dengan H’ burung insektivora mendapatkan nilai Pvalue > 0,05, yang mengartikan bahwa keragaman vegetasi pohon dan vegetasi bawah pada lahan agroforestri kopi tidak berkorelasi terhadap keragaman burung insektivora yang ditemukan. Sementara itu, hasil analisis korelasi dengan faktor fisik lingkungan, terdapat salah satu faktor fisik lingkungan yang berkorelasi terhadap keragaman burung insektivora, yaitu suhu (Pvalue=0,020). Maka dari itu, suhu dianggap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keragaman burung insektivora dengan nilai korelasi yang sangat kuat (-0,999).
Description
Reupload Repositori File 17 Maret 2026_Kholif Basri
