Studi Stabilitas Sistem Emulsi Pickering Dengan Selulosa Nanokristal (CNC) Sebagai Pengemulsi Untuk Aplikasi Enkapsulasi Abamektin
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Emulsi pickering merupakan emulsi yang menggunakan partikel padat
sebagai pengemulsi dengan keunggulan stabilitas antarmuka yang kuat, ramah
lingkungan, dan hemat biaya. Partikel padat yang digunakan sebagai zat penstabil
adalah selulosa nanokristal (CNC). Selulosa nanokristal merupakan salah satu
partikel padat yang baik dalam menstabilkan emulsi. Selulosa nanokristal
berperan sebagai partikel padat yang mampu mempertahankan bentuk serta
ukurannya saat teradsorpsi di antarmuka fasa minyak:air. Sistem emulsi pickering
memiliki keunggulan dalam meningkatkan kinerja enkapsulasi bahan aktif dengan
menciptakan pelindung yang efektif dan stabil. Abamektin merupakan bahan aktif
yang digunakan untuk membasmi hama serangga dan nematoda di lahan
pertanian. Sistem emulsi pickering yang mengenkapsulasi abamektin memiliki
keunggulan dalam memperlambat pelepasan senyawa bahan aktif dan lebih tahan
terhadap sinar UV. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik CNC
berbasis tongkol jagung yang ditinjau dari gugus fungsi, derajat kristalinitas, dan
ukuran pertikelnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan
minyak:air terhadap nilai Creaming Index (CI) dan morfologi ukuran tetesan
emulsi pickering selama penyimpanan 6 hari. Penelitian ini juga bertujuan untuk
mengetahui pelepasan senyawa aktif abamektin yang terenkapsulasi dalam sistem
emulsi pickering.
Penelitian ini diawali dengan isolasi selulosa menggunakan metode
delignifikasi dan bleaching. Selulosa yang diperoleh kemudian diberi perlakuan
hidrolisis asam dan sonikasi untuk menghasilkan CNC. Hasil CNC yang diperoleh
dilakukan karakterisasi FTIR, PSA, Potensial zeta, dan XRD. Sistem emulsi
pickering menggunakan CNC sebagai fasa air sedangkan sikloheksanon
digunakan sebagai fasa minyak. Emulsi pickering digunakan sebagai sistem
enkapsulasi bahan aktif abamektin. Variasi yang dilakukan yaitu penambahan
perbandingan volume minyak air sebesar 40:60, 30:70, 20:80, dan 15:85 (v/v).
Karakterisasi FTIR pada CNC menunjukkan adanya pita serapan baru
pada 1205,1 cm−1 mengindikasikan adanya gugus sulfat yang menempel pada
permukaan CNC. Hasil PSA dan Potensial zeta menunjukkan CNC memiliki
ukuran partikel 155 nm dan -30,49 mV. Nilai indeks kristalinitas CNC yang
diperoleh sebesar 80,12%. Uji stabilitas pada emulsi pickering dilakukan dengan
variasi volume minyak air. Solid content pada CNC yang digunakan sebagai fasa
air sebesar 1% dan lama penyimpanan selama 6 hari. Stabilitas emulsi paling
optimum dihasilkan oleh perbandingan minyak air 15:85 (v/v) sebesar 9,4% pada
nilai creaming index. Nilai tetesan pada perbandingan minyak air 15:85 (v/v)
memiliki ukuran yang paling kecil yaitu sebesar 34,891 μm dan 51,791 μm selama
masa penyimpanan hari ke-0 dan hari ke-6. Uji pelepasan senyawa abamektin
pada sistem enkapsulasi dilakukan pada jam ke-8, 16, 24, 32, dan 40 dengan
massa abamektin yang digunakan sebesar 0,18 mg. Pelepasan abamektin jam ke-8
dan 40 sebesar 33,11% dan 97,77%. Pelepasan abamektin terjadi secara bertahap
dengan seiring bertambahnya waktu.
Nanoselulosa terlah berhasil disintesis yang dapat dikonfirmasi melalui
karakterisasi FTIR, PSA, dan XRD. Kestabilan emulsi telah dikarakterisasi
melalui uji penyimpanan pada creaming index dan ukuran tetesan menghasilkan
emulsi paling optimum pada perbandingan minyak air 15:85 (v/v). Profil
pelepasan abamektin dalam sistem enkapsulasi mengikuti pola sigmoidal.
Description
Reupload Repositori File 17 Maret 2026_Kholif Basri
