Kondisi Sosial Ekonomi Petani Bawang Merah di Dusun Lajuk Desa Ngepoh Kabupaten Probolinggo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Harga bawang merah bersifat fluktuatif dan sangat sensitif terhadap kondisi
pasar, dibandingkan dengan harga kebanyakan komoditas hasil pertanian lainnya.
Pada saat harga bawang sedang mengalami kenaikan, banyak para petani yang mulai
menanam bawang dengan harapan ikut merasakan keuntungan dari kenaikan harga.
Akan tetapi, saat para petani panen secara bersamaan, jumlah pasokan bawang merah
di pasar akan meningkat sehingga harga secara otomatis akan turun. Pada saat harga
bawang merah sedang turun, para pedagang akan menurunkan harga bawang lokal di
pasar agar dapat bersaing dengan harga bawang merah import. Sifat tanaman bawang
merah sangat bergantung pada kondisi cuaca. Di samping itu, hama penyakit dapat
mengakibatkan kegagalan panen dan selalu menjadi ancaman tersendiri bagi petani
bawang merah. Faktor-faktor inilah yang membuat kondisi sosial ekonomi petani
selalu mengalami ketidakpastian. Para petani seringkali mengalami kesulitan
ekonomi yang bersumber dari minimnya penghasilan serta ketidakpastian hasil usaha
pertaniannya. Tidak adanya jaminan atau kepastian pendapatan dari usaha
pertaniannya membuat kondisi sosial ekonomi petani bawang merah di Dusun Lajuk
Desa Ngepoh selalu berubah dari waktu ke waktu.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi petani
bawang merah di Dusun Lajuk Desa Ngepoh Kecamatan Dringu Kabupaten
Probolinggo. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah petani bawang merah di
Dusun Lajuk Desa Ngepoh, informan utama dalam penelitian ini adalah petani
bawang merah yang memiliki lahan pertanian sendiri, lahan sewa atau lahan bagi
hasil, dan informan pendukung dalam penelitian ini adalah pengepul bawang merah.
Description
reupload file repositori 16 maret 2026_kurnadi/keysa
