Pemanfaatan Serbuk Kayu Jati Sebagai Karbon Aktif Dalam Menurunkan Kadar Fosfat Pada Limbah Laundry
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Industri laundry merupakan salah satu sumber pencemaran air yang signifikan, terutama akibat tingginya kandungan fosfat dalam deterjen. Fosfat yang terbuang ke badan air dapat menyebabkan eutrofikasi, yaitu pertumbuhan alga yang berlebihan (algae bloom), yang berdampak negatif terhadap ekosistem perairan. Oleh karena itu, diperlukan metode yang efektif untuk menurunkan kadar fosfat sebelum air limbah laundry dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas karbon aktif yang berasal dari serbuk kayu jati (Tectona grandis) dalam mengadsorpsi fosfat dari air limbah laundry. Serbuk kayu jati diolah menjadi karbon aktif melalui proses aktivasi kimia menggunakan asam fosfat (H₃PO₄). Karakterisasi karbon aktif dilakukan dengan menguji kadar air, kadar abu, serta menganalisis gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk memastikan adanya perubahan struktur yang meningkatkan kapasitas adsorpsi. Proses adsorpsi dilakukan menggunakan metode batch dengan variasi massa adsorben (1, 3, dan 5 gram) serta waktu kontak (90, 120, 150, dan 180 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif dari serbuk kayu jati mampu menurunkan kadar fosfat secara efektif hingga mencapai standar baku mutu air limbah laundry yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014, yaitu 2 mg/L. Efisiensi penyisihan fosfat tertinggi diperoleh pada massa adsorben 5 gram dengan waktu kontak 90 menit, namun efisiensi mengalami penurunan setelah waktu kontak lebih lama, yang disebabkan oleh kejenuhan adsorpsi atau desorpsi fosfat kembali ke dalam larutan. Selain itu, analisis kinetika adsorpsi dilakukan untuk mengetahui mekanisme penyerapan fosfat oleh karbon aktif serbuk kayu jati. Model kinetika yang digunakan adalah orde nol, orde satu, dan orde dua. Hasil analisis menunjukkan bahwa model kinetika orde nol paling sesuai dalam menggambarkan proses adsorpsi, dengan nilai R² sebesar 0,965 yang menunjukkan hubungan linier antara waktu kontak dan penurunan kadar fosfat.
Description
Reupload Repositori File 12 Maret 2026_Kholif Basri
