Hubungan Quick Of Blood Terhadap Kadar Hemoglobin Pasien Penyakit Ginjal Kronis Stadium V Yang Menjalani Hemodialisis di RSD Dr. Soebandi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Salah satu komplikasi paling umum pada penyakit ginjal kronis (PGK) stadium V adalah anemia renal. Hemoglobin (Hb) dapat dipengaruhi oleh reduksi toksin urea yang adekuat, sehingga mencegah resistensi EPO dan kerusakan fibroblas interstisial ginjal lebih lanjut, dengan memanipulasi quick of blood (Qb). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar Hb dan Qb pada pasien Unit Hemodialisis RSD dr. Soebandi. Penelitian ini merupakan studi analitik potong lintang dengan total sampel 112 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kadar Hb dievaluasi setelah melakukan observasi Qb yang digunakan dalam 8 kali sesi HD dalam satu bulan. Analisis statistik meliputi analisis univariat distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dilanjutkan dengan uji Pearson, dan analisis multivariat model kausal menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 50–59 tahun (37%), jenis kelamin perempuan (55,4%), memiliki riwayat hipertensi (55,4%), telah menjalani HD selama 2 tahun (27,7%), dengan durasi HD 5 jam (100%), dan menggunakan akses vaskular AV shunt (85,5%). Semua sampel mengalami anemia renal dengan 72,3% di antaranya memiliki Hb ≥7 g/dL dengan rata-rata Qb 200 mL/menit. Uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data Hb dan Qb terdistribusi normal (p = 0,061) dan korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara Hb dan Qb (p = 0,445, r = 0,073). Meskipun Qb berpotensi memiliki hubungan positif terhadap kadar Hb, variabel lain seperti riwayat transfusi darah berperan besar dalam mempengaruhi kadar Hb dalam penelitian ini (p = 0,000, 𝑅2 = 14,6%). Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Qb terhadap Hb.Salah satu komplikasi paling umum pada penyakit ginjal kronis (PGK) stadium V adalah anemia renal. Hemoglobin (Hb) dapat dipengaruhi oleh reduksi toksin urea yang adekuat, sehingga mencegah resistensi EPO dan kerusakan fibroblas interstisial ginjal lebih lanjut, dengan memanipulasi quick of blood (Qb). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar Hb dan Qb pada pasien Unit Hemodialisis RSD dr. Soebandi. Penelitian ini merupakan studi analitik potong lintang dengan total sampel 112 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kadar Hb dievaluasi setelah melakukan observasi Qb yang digunakan dalam 8 kali sesi HD dalam satu bulan. Analisis statistik meliputi analisis univariat distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dilanjutkan dengan uji Pearson, dan analisis multivariat model kausal menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 50–59 tahun (37%), jenis kelamin perempuan (55,4%), memiliki riwayat hipertensi (55,4%), telah menjalani HD selama 2 tahun (27,7%), dengan durasi HD 5 jam (100%), dan menggunakan akses vaskular AV shunt (85,5%). Semua sampel mengalami anemia renal dengan 72,3% di antaranya memiliki Hb ≥7 g/dL dengan rata-rata Qb 200 mL/menit. Uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data Hb dan Qb terdistribusi normal (p = 0,061) dan korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara Hb dan Qb (p = 0,445, r = 0,073). Meskipun Qb berpotensi memiliki hubungan positif terhadap kadar Hb, variabel lain seperti riwayat transfusi darah berperan besar dalam mempengaruhi kadar Hb dalam penelitian ini (p = 0,000, 𝑅2 = 14,6%). Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Qb terhadap Hb.
Description
Reupload Repositori File 11 Maret 2026_Kholif Basri
