Hubungan Spiritualitas dengan Kecemasan pada Lansia di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Patrang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Fase lansia diawali dari usia 60-70 tahun sampai dengan kematian. Pada tahapan ini lansia akan mengalami penurunan terhadap perubahan-perubahan yang disebut dengan penuaan. Aspek fisik, kognitif, serta sosioemosional menjadi aspek-aspek yang mengalami perubahan pada lansia. Tugas perkembangan yang dimiliki oleh lansia yakni penyesuaian diri terhadap segala perubahan karena proses penuaan yang melibatkan beberapa aspek mengakibatkan lansia harus dapat menyesuaikan atau beradaptasi dengan perubahan tersebut. Lansia yang mampu menerima perubahan yang terjadi serta berdamai dengan keadannya pada masa tuanya membuatnya sehat mental. Beberapa lansia yang tidak siap menghadapi perubahan yang ada pada masa tua maka akan mengakibatkan menurunnya kualitas hidup seperti kesehatan mental dan kesehatan fisiknya. Permasalahan kesehatan mental yang paling sering terjadi pada lansia diantaranya yakni kesedihan, kesepian, kecemasan atau bahkan depresi. Penelitian ini bertujuan unuk menganalisis antara hubungan spiritualitas dengan kecemasan pada lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Patrang. Pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan analisis korelasi melalui pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan cara probbability sampling yakni propportionate random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 106 orang yang sudah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan pada saat pengambilan data dalam penelitian ini yaitu, kuesioner spiritualitas menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES), dan kuesioner depresi menggunakan Geriatric Anxiety Inventory (GAI). Analisis data dilakukan dengan melakukan analisis deskriptif serta melakukan analisis korelasi menggunakan uji statistik Spearman-rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Patrang teridentifikasi memiliki tingkat spiritualitas sedang sebesar (18,9%) dan spiritualitas tinggi sebesar (81,1%). Selain itu, lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Patrang teridentifikasi berada pada kondisi normal sebesar (2,8%), kecemasan ringan sebesar (64,2%), kecemasan sedang sebesar (31,1%) dan terdapat lansia dengan kecemasan berat sebesar (1,9%). Berdasarkan hasil penelitian, dari hasil statistik nilai p-value sebesar 0,000 menunjukkan bahwasannya hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang artinya terdapat hubungan antara spiritualitas dengan depresi pada lansia yang tinggal di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Patrang serta diperoleh hasil r-value 0,405 (p-value < 0,000) menunjukkan bahwasannya arah korelasi negative yang artinya semakin tinggi spiritualitas yang dimiliki oleh lansia maka akan semakin rendah kemungkinan lansia untuk mengalami permasalahan kecemasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara spiritualitas dengan kecemasan pada lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Patrang dengan arah korelasi negative yang artinya semaking tinggi tingkat spiritualitas lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Patrang maka tingkat kecemasan akan semakin rendah. Dalam hal ini sangat penting untuk mempertahanan bahkan meningkatkan spiritualitas lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Patrang agar mencegah terjadinya kecemasan pada lansia. Diperlukan peran penting lansia, keluarga, serta tenaga kesehatan khususnya perawat sebagai pendukung dalam mempertahankan serta meningkatkan tingkat spiritualitas lansia sehingga kemungkinan terjadinya kecemasan yang berlebih pada lansia dapat dicegah.

Description

Reupload file repositori 28 januari 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By