Analisis Panas pada Baterai Lithium Ion menggunakan Model DFN dan SPMe
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kemajuan teknologi yang sangat pesat memengaruhi banyak aspek terhadap
kehidupan manusia. Sektor transportasi di Indonesia diantaranya mobil dan sepeda
motor berbahan bakar minyak dan gas terus mengalami perkembangan yang
mengakibatkan meningkatnya kadar CO2, hal tersebut menjadi alasan
meningkatnya konsumsi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yang
mendukung pengurangan emisi sebagai alat transportasi bebas polusi. Komponen
terpenting pada KBLBB adalah baterai sebagai sumber arus pada seluruh sistem
kendaraan listrik. Baterai yang sering digunakan untuk kendaraan listrik adalah
lithium ion yang merupakan jenis baterai sekunder yang bisa diisi ulang dan
memiliki keunggulan yakni stabilitas penyimpanan energi yang sangat baik, energi
densitas yang tinggi, tidak mempunyai efek memori, dan mempunyai berat yang
relatif ringan. Permasalahan yang sering dihadapi oleh baterai lithium ion antara
lain pengelolaan panas, risiko pembakaran termal, dan masalah kinerja ketika suhu
rendah. Hal tersebut menjadi dasar bahwa stabilitas termal menjadi hal penting
dalam menilai kualitas suatu baterai. Penggunaan software untuk memodelkan
baterai memungkinkan adanya penelitian baru yaitu untuk menganalisis panas pada
baterai lithium ion.
Penelitian menggunakan software PyBaMM pada baterai LiCo2 dan LiNiCoO2
menggunakan model DFN (Doyle-Fuller-Newman) dan SPMe (Single Particle
Model with Electrolyte) dengan variasi nilai perpindahan panas 0; 5; 25; 50; 60
W/m-2K-1
. Pengamatan dan analisa dilakukan untuk mengetahui kecenderungan
persebaran suhu pada berbagai waktu setelah dilakukan simulasi panas. Hasil
analisa efek variasi perpindahan panas terhadap suhu sel direpresentasikan
menggunakan grafik hubungan antara suhu sel dengan waktu pemakaian baterai.
Selanjutnya dibandingkan dan dianalisis pengaruh model DFN dan SPMe terhadap
simulasi panas. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik
menggunakan metode uji Chi Square (2) untuk mengetahui perbedaan pada kedua
model yang digunakan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian berupa grafik efek perpindahan panas
terhadap suhu sel pada baterai lithium ion. Setelah melakukan analisis dapat dilihat
bahwa simulasi panas pada baterai LiCo2 dan LiNiCoO2 menggunakan model DFN
dan SPMe menunjukkan hasil dimana saat tidak ada perpindahan panas maka suhu
sel akan naik secara konstan selama waktu simulasi hingga simulasi berakhir dan
ketika terdapat nilai perpindahan panas maka suhu sel akan naik ke suhu tertentu
dan berangsur konstan pada suhu tersebut sebelum pada tiga waktu terakhir suhu
sel akan kembali meningkat. Secara visual sebaran panas menggunakan model
DFN dan SPMe terlihat bahwa suhu bervariasi seiring waktu yang artinya suhu
pada seluruh sel bernilai sama pada setiap waktu tertentu dan berubah seiring
pertambahan waktu. Analisis secara statistik menggunakan uji Chi Square (2)
menyatakan bahwa model DFN dan SPMe tidak memiliki perbedaan dan kedua
model tersebut dianggap signifikan.
Description
Reuploud file repositori 5 maret 2026_Firli
